Ubud Siap Menuju Gastronomi Berstandar Global

Sebelum Ubud ditetapkan sebagai destinasi gastronomi kelas dunia, menurut Vita Datau, ada 3 tahap penting yang harus dilakukan. Pertama, inventarisasi aset dan atraksi gastronomi, termasuk memetakan industri dan pelaku usaha yang dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO.

“Kami menyiapkan buku itu selama 1,5 tahun. Jika itu tak memenuhi persyaratan, mereka tak akan datang,” ujar Vita.

Kedua, proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail, termasuk wawancara kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) gastronomi, food and beverages, produsen, hotel, restoran, chefs, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, wisatawan lokal dan asing. Proses tersebut berlangsung selama 8 hari di Ubud.

Ketiga, lanjut Vita Datau, rekomendasi perlu diterapkan dan dilakukan oleh pemangku kepentingan  untuk kemudian dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan Agustus 2019. Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat dinyatakan sebagai destinasi gastronomi prototipe UNWTO.

“Semoga program ini akan cepat selesai,” harap Vita.