Mengenang Kostum Nasional Rancangan Dynand Fariz yang Menang di Miss Universe 2014

Dynand mengaku, inspirasi `The Chronicle of Borobudur` diambil dari salah satu sub-tema Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-13 yang berlangsung pada 20-24 Agustus 2014. Tema besar dari event itu adalah `Triangle Dynamic in Harmony`, dan dari sub-tema `Wonderful Artchipelago Carnival`itulah inspirasi Borobudur didapat.

Meski inspirasinya diambil dari JFC 2014, kostum yang dikenakan oleh Elvira di ajang Miss Universe merupakan kostum baru. Pembuatannya makan waktu 2 bulan, termasuk proses riset tema, pencarian material, dan segala macam hal lain termasuk produksi.

Rampung pada Desember 2014, kostum itu dibuat dengan melibatkan tim beranggotakan 10 orang. Kesepuluh orang tersebut merupakan anggota Jember Fashion Carnaval yang sudah berpengalaman dan piawai dalam membuat busana megah.

Keseluruhan kostum `The Chronicle of Borobudur` tersebut dibuat secara hand-made.Karena ini bukan pertama kalinya, Dynand mengaku tak menjumpai kesulitan khusus.

Dijelaskan Dynand bahwa material yang digunakan untuk kostum Borobudur tersebut tak jauh berbeda dengan material yang digunakan untuk membuat kostum-kostum lain.

“Ada tembaga, besi, baja, batu-batuan, kain, dan lain-lain yang mendukung dekorasi kostum,” ucap desainer yang merupakan pendiri JFC itu.

Untuk warna-warna yang digunakan pada kostum, Dynand memilih warna-warna yang sesuai dengan warna Borobudur itu sendiri, yakni abu-abu dan hitam. Guna memberi variasi pada kostum itu, Dynan juga membubuhkan warna-warna lain seperti warna emas dan coklat.

“Saat Elvira melihat hasil rancangan kostum ini, dia takjub, sangat senang, sangat mengapresiasi, serta bangga untuk bisa mengenakannya. Saya berpesan pada Elvira bahwa ia harus siap menjadi duta Indonesia melalui kostum yang sudah dibuat dan ia harus tampil percaya diri serta melakukan yang terbaik untuk membawa nama Indonesia,” celoteh Dynand.