Melbourne Symphony Orchestra Siap Kembali Beraksi di Yogyakarta

Liputan6.com, Jakarta – Orkestra profesional tertua di Australia, Melbourne Symphony Orchestra (MSO), bakal tampil di Yogyakarta dalam konser Youth Music Camp 2019. Konser ini akan digelar di Universitas Sanatha Darma Yogyakarta, Kamis malam, 15 Agustus 2019.

MSO telah mengembangkan hubungan di Indonesia sejak 2015 saat orkestra yang berdiri pada 1906 ini tampil di penandatanganan MOU antara Australia Indonesia Centre dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada 2016, setelah tampil MSO menggelar Youth Music Camp tahunan di Kota Gudeg. Lalu pada 2017, MSO tampil di panggung outdoor Candi Prambanan yang juga menandai mereka sebagai orkestra barat pertama yang tampil di situs Warisan Dunia ini.

“Kami akan tampil dengan beberapa musisi muda dari Yogyakarta dan Jakarta. Nantinya kami akan menampilkan campuran musik Indonesia dan Australia dengan komposisi baru,” kata Sophie Galaise, Managing Director Melbourne Symphony Orchestra, di Kedutaan Besar Australia, di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Sophie menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya bekerja sama dengan musisi-musisi muda, tetapi juga akan menampilkan dua solois. Tentunya, musik yang ditampilkan nanti sangat klasik dengan melibatkan violin, viola, cello, double bass, dan sentuhan nyanyian, juga tarian.

“Setiap tahun kami memilih musik baru dari Indonesia dan Australia lalu mengkombinasikannya. Jadi, kami mendapatkan banyak gagasan untuk mendapatkan penampilan terbaik,” lanjut Sophie.

Youth Music Camp melibatkan 30 musisi muda yang akan berkolaborasi dengan lima musisi MSO, yakni Miranda Brockman (cello), Sarah Curro (violin utama), Kirstin Kenny (violin utama), Isabel Morse (violin dan viola), serta Stephen Reeves (principal double bass).

2 dari 3 halaman

Persiapan MSO dan Sambutan Hangat Bekraf

Sophie Galaise (Managing Director Melbourne Symphony Orchestra), Ricky Pesik (Wakil Kepala Bekraf), dan Gary Quinlan (Australian Ambassador to Indonesia).

Untuk penampilan di Yogyakarta pekan depan, MSO telah mempersiapkan diri selama sebulan sebelumnya di Melbourne, Australia. Orkestra ini menggandeng para musisi profesional mereka.

“Setiap kali kami datang ke Indonesia, ini sangat istimewa bagi kami sehingga kami berlatih berminggu-minggu sebelumnya untuk mempersiapkan semua materi, scoring, dan kami selalu berusaha mengerjakan sesuatu yang baru,” jelas Sophie.

MSO juga mengadakan diskusi dengan Departemen Kebudayaan dan pemerintah Yogyakarta terkait apa yang ingin dilengkapi dalam pertunjukan dan MSO mencoba untuk mencoba memfasilitasi.

“Jadi, tahun lalu, kami membawa komposer kami untuk memberikan workshop sepanjang minggu untuk melatih komposer-komposer muda,” tambahnya.

Kolaborasi orkestra tersebut disambut hangat oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang disampaikan oleh Wakil Kepala Bekraf, Ricky Pesik.

“Ini kolaborasi yang sangat baik dengan orkestra yang didirikan dengan sangat baik seperti MSO and ini juga untuk transfer pengetahuan karena kita memiliki banyak talenta di Indonesia di sektor kreatif,” ungkap Ricky.

Ricky juga menjelaskan bahwa orkestra merupakan platform yang baik di masa depan untuk menempatkan bangsa Indonesia ke dalam global map.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: