Kota Kamakura Jepang Larang Wisatawan Makan Sambil Jalan

Kekhawatiran tentang makan sambil berjalan tak hanya terkait dengan potensi tumpahan dan pakaian yang berantakan. Banyak orang Jepang percaya itu adalah perilaku buruk untuk berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya saat makan karena itu berarti tak menghargai makanan dengan benar.

Bagi sebagian orang, kepercayaan ini berakar pada Perang Dunia II, ketika makanan langka dan itu sesuatu yang harus dihargai dan bukan diperlakukan dengan santai. Masalah turis makan di jalan bukan hanya masalah di Jepang.

Di Florence, Italia, bagian dari pusat kota memiliki larangan langsung makan di trotoar, jalan raya dan di depan pintu toko-toko dan rumah-rumah. Ini bukan hanya tentang kebersihan – ini adalah bagian kota yang sangat sibuk dan ramai, dan orang-orang yang duduk di trotoar membuatĀ  orang lain tak leluasa untuk berjalan.

Dalam kasus Florence, pembatasan tersebut disertai dengan penalti 500 Euro atau sekitar Rp 8 juta.

Sementara itu, sebuah kota dengan makanan kaki lima terbaik di dunia, Bangkok, telah mencoba mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan kondisi itu. Beberapa penduduk setempat menginginkan pembatasan atau bahkan penutupan karena kerumunan orang yang terus bertambah.