Kisah Kaum Muslim Pertama di Amerika Serikat yang Tak Dianggap Warga AS

Peneliti sosial menyebut, jumlah Muslim yang dijadikan budak di Amerika Serikat sebelum perang saudara terjadi diperkirakan antara 600 ribu hingga 1,2 juta orang. Sebanyak 40 persen dari mereka diculik dari barat Afrika.

Meski sama-sama dari Afrika, Khaled menyebut latar belakang mereka beragam. Namun, agama Islam yang meyakini semua manusia sama derajatnya kecuali orang yang bertakwa bisa menyatukan perbedaan itu.

Hal itulah yang berusaha dihilangkan para penguasa dulu dengan tak mengakui identitas keislaman mereka. Pasalnya, bila sampai diakui, berarti mereka harus mengakui pula orang-orang Afrika tersebut sebagai manusia bebas.

Dilansir dari laman voaindonesia.com, Khaled menyatakan gambaran orang Amerika saat itu tentang muslim adalah bangsa Arab atau Moor atau mereka yang berasal dari Timur Tengah. Sementara, orang-orang Afrika yang dijadikan budak tersebut tidak cocok dengan gambaran tersebut.

“Pemahaman yang sempit antara Muslim dan Afrika ini menyebabkan keyakinan luas bahwa kedua identitas tidak bisa tumpang tindih dan membantu mempercepat penghapusan budak Muslim Afrika dari catatan sejarah,” ujarnya.