Keunikan Malang Fashion Concerto Sukses Curi Perhatian Pecinta Fashion

Liputan6.com, Malang Malang Fashion Concerto sukses menghebohkan Kabupaten Malang. Bila fashion show atau peragaan busana umumnya dilakukan di perkotaan dan gedung-gedung. Berbeda dengan gelaran di Coban Rondo, Kabupaten Malang, Sabtu malam (14/9). Acara fashion show ini menjadikan hutan pinus sebagai panggung catwalk.

Malang Fashion Concerto ini mengambil tema intimate forest. Diadakan atas inisiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.

Enam Designer ternama unjuk gigi memamerkan berbagai desain koleksi fashion terbaru. Keenam designer tersebut diantaranya John Cataleya, Nafil Afim, Rumah Gamis Sabrina, Quinna School Of Fashion, Rezawu Atelier dan Antique Butik. Berbagai koleksi karya anak bangsa tersebut yang ditampilkan puluhan model Ivan Post Model’s tersebut mampu menghipnotis ratusan penggemar fashion yang hadir di Coban Rondo tersebut.

Plt Bupati Malang HM.Sanusi menilai ajang Malang Fashion Concerto 2019 ini, adalah salah satu langkah maju untuk semakin mengenalkan pariwisata di Kabupaten Malang, selain itu juga merupakan unjuk kebolehan bagi talenta berbakat dibidang design fashion di Kabupaten Malang untuk semakin mengenalkan wisata Kabupaten Malang lewat karya busana yang ditampilkan.

“Kita berharap ajang fashion ini lebih semarak dan mendapat tempat di hati masyarakat, terutama wisatawan sehingga kedepan Kabupaten Malang akan semakin dikenal sebagai salah satu kota fashion di Indonesia,” kata Sanusi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Made Arya Wedhantara menyebut ajang fashion ini adalah yang pertama di selenggarakan di Kabupaten Malang. Ia beralasan ingin mengajak semua komunitas untuk ikut berperan mempromosikan pariwisata Kabupaten Malang.

“Kita sudah gandeng komunitas otomotif, sekarang giliran kita membuka peluang menggandeng komunitas fashion di Malang Raya untuk ikut mempromosikan pariwisata Kabupaten Malang,” kata Made Arya.

Made Arya mengaku sengaja memilih venue terbuka. Karena ingin membuat sesuatu yang baru. “Kita adopsi ajang fashion di luar negeri , saat ini sudah banyak diselenggarakan di outdoor dan peminatnya sangat banyak,” ungkap Made Arya.

Selain terbilang unik, fashion show ini juga menggabungkan kolaborasi unsur musik orkestra dan musik band, serta tarian. Panggung catwalk di setting di sela-sela pohon pinus yang berada di kawasan Wana Wisata Coban Rondo, Kecamatan Pujon. Para model berjalan melenggak-lenggok di sela-sela pohon yang tinggi menjulang.

Dengan tatanan dan permainan lighting serta konsep natural, pecinta fashion di Malang Raya dimanjakan dengan suguhan penampilan bak fashion bertaraf internasional.

Sementara Menpar Arief Yahya event ini sangat kreatif. Juga bisa menarik perhatian dan mampu bersaing dengan atraksi-atraksi lain.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya

“Di sini inilah digodok, creative value-nya. Kearifan lokal tetap kita pertahankan dan budaya ditingkatkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Lebih lanjut, Menpar Arief Yahya juga berharap acara Malang Fashion Concerto bisa terus dilakukan. Jika memungkinkan, event tersebut bisa digelar bersamaan dengan acara besar yang lain.

“Event ini bisa dijadikan satu dengan lainnya yang ada di Malang. Sehingga gaungnya bisa lebih besar lagi,” pungkas Menpar Arief Yahya.

(*)