Kesetiaan Pedagang Cermin, Jualan Sambil Membaca Puisi

Liputan6.com, Jakarta – Usia lelaki itu sudah tak muda lagi, tapi semangatnya terbilang sangat tinggi. Kulitnya mulai keriput, rambutnya pun mulai memutih. Begitu pula dengan kumis tipisnya.

Lelaki bernama Dalih ini menjalani kesehariannya dengan berdagang cermin di sekitar Kranji, Bekasi. Tepatnya di depan Mpek-Mpek Gaby, sebuah rumah makan yang berada di samping stasiun Kranji.

“Beliau menjual cermin dengan harga mulai dari 5000 rupiah,” tulis Nabila Al Madaniyah dalam akunnya @Nabiiilllaa, yang diunggah ulang akun @ayo_peduli, pada 20 Juli 2019.

Lelaki yang mengenakan peci dan batik itu tinggal di kawasan Jakarta Timur menuju tempatnya berjualan dengan bersepeda. Sudah 10 tahun ia menekuni profesinya sebagai pedagang cermin.

2 dari 3 halaman

Baca Puisi

Dalih menjalani profesinya dengan setia selama 10 tahun. Sambil jualan, ia juga membaca puisi (Dok.Instagram/@ nabiiilllaa/ https://www.instagram.com/p/Bzz6xEjA7eB/Komarudin)

Di usianya yang senja, Dalih tetap memilih naik sepeda. Ia lebih cinta naik sepeda karena lebih sehat.

“Selain itu juga asri, tidak menimbulkan polusi. Capek itu sudah pasti, tapi kalau kita melakukan dengan niat dari hati, akan kerasa senang¬≤ saja,”¬†jelasnya.

Sebenarnya, sekitar Oktober 2018 lalu, Nabila sudah ditugaskan untuk bertemu dan mewawancarai soal profesi dan kehidupan Dalih. Namun, rencana itu tertunda karena ia harus berangkat umrah saat itu.

“Yang sangat unik dari beliau adalah, ia berjualan cermin sambil membaca sebuah puisi,” kata Nabila.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: