Jenis Batu Alam untuk Bahan Bangunan, Berikan Tampilan Rumah yang Sejuk

Batu alam untuk konstruksi merupakan batu alam yang biasanya dipakai untuk fondasi pada bangunan. Jenis batu alam ini kuat, sehingga mampu untuk menopang bangunan.

Batu alam untuk media merupakan batu alam yang biasa dipakai sebagai bagian dari interior dan eksterior pada bangunan. Jenis batu alam ini memiliki corak dan nilai seni pada batunya.

Sedangkan batu alam mulia merupakan jenis batu alam yang biasa dipakai sebagai perhiasan. Batu alam ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta nilai seni yang tinggi juga.

Jenis Batu Alam

Setiap batuan memiliki berbagai jenis batu-batuannya, akan tetapi tak semua batuan ini dapat digunakan sebagai bagian dari konstruksi sebuah bangunan. Batu alam yang digunakan sebagai bagian dari konstruksi adalah batuan dengan kekuatan dan nilai seni yang tinggi. Berikut ini ada jenis batu alam yang dilihat dari proses pembentukannya.

Batuan Beku

Merupakan batuan yang terjadi akibat pembekuaan magma. Magma sendiri merupakan cairan yang berada di dalam bumi. Magma yang ada di dalam Bumi ini bergerak yang diakibatkan oleh adanya tekanan panas. Magma ini bergerak ke atas untuk mencari tempat dengan tekanan yang lebih rendah. Pada prosesnya, magma akan mengalami pendinginan dan membeku.

Akibat dari pembekuan ini terciptalah batuan beku. Batuan beku ini pun terdiri dari dua jenis yaitu batuan beku dalam dan batuan beku luar. Batuan beku dalam merupakan batuan beku yang pendinginannya berada di dalam Bumi. Sedangkan batuan beku luar adalah batuan yang pendinginannya berada di permukaan Bumi.

Namun tak semua batuan beku dapat digunakan sebagai bagian dari kontruksi bangunan. Batuan beku yang biasa dipakai sebagai bagian dari konstruksi rumah seperti batu Andesit dan batu Lavastone.

Batuan Sedimen

Batuan ini terbentuk dari proses sedimentasi. Prosesnya berasal dari materi sedimen yang mengendap dan mengeras menjadi batu-batuan. Batuan sedimen berasal dari pelapukan batuan beku yang terbawa oleh angina, air, atau gletser.

Pelapukan ini kemudian mengendap bersama material lainnya seperti pasir, kerikil, dan sisa-sisa pelapukan mahkluk hidup. Material yang mengendap ini kemudian mengeras, dan menjadi batuan sedimen. Beberapa batuan sedimen yang dipakai sebagai batu alam seperti Limestone, Sandstone, dan Konlomerat.

Batuan Metamorf

Merupakan batuan yang terjadi akibat adanya tekanan dan panas akibat adanya proses metamorphosis. Batuan metamorft terbentuk melalui proses kristalisasi batuan beku, yang menyebabkan terjadinya perubahan partikel.

Hal ini menyebabkan terjadinya rekristalisasi. Batuan metamorft ini paling banyak digunakan sebagai konstruksi dan interior. Karena batuan jenis ini memiliki karakter yang unik akibat penggabungan dari berbagai macam batuan. Beberapa batuan metamorf yang sering digunakan seperti marmer, templek, koral sungai, dan koral laut.