Generasi Milenial Menggapai Berbagai Kebutuhan dengan Sistem Digital

Liputan6.com, Jakarta – Istilah generasi milenial memang sedang akrab terdengar belakangan ini. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.

Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini.Para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 – 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya.

Generasi milenial dirasa memiliki banyak perbedaan signifikan dengan generasi sebelumnya dari segala aspek. Generasi ini dikenal dengan generasi instan karena lebh suka segala sesuatu dengan cepat. Ada beberapa masalah soal keuangan yang sering dialami oleh milenial.

Mulai dari membuat anggaran, hitungan soal berapa banyak yang dihabiskan, berapa banyak yang sebenarnya yang didapatkan tiap bulannya, serta berapa banyak yang akan ditabung. Karena itu, investasi tetap merupakan hal yang sangat penting.

Pilihan investasi untuk membiakkan aset semakin hari kian beragam. Terutama di era digital saat ini, instrument investasi bertambah luas dengan hadirnya cryptocurrency alias mata uang kripto yang hadir dengan beragam titel, di antaranya Bitcoin. Imbal hasil Bitcoin pun mampu mengalahkan berbagai sarana investasi lawas.

Elemen digital yang menjadi bagian tak terpisahkan mata uang kripto memang membuatnya lekas akrab dengan generasi milenial yang akrab dengan dunia maya. Hal tersebut disampaikan oleh Gabriel Rey, Founder dan CEO Triv.co.id platform exchanger mata uang kripto serta TPRO.co.id, platform marketplace mata uang kripto.

“Mata uang kripto adalah salah satu instrument investasi yang melesat. Maka untuk kalangan milenial sangat cocok berinvestasi di mata uang kripto terutama Bitcoin karena pertumbuhan mata uang bitcoin yang bisa mencapai 56,3% per tahun,” jelas Gabriel Rey, dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Hal tersebut disampaikan oleh Gabriel Rey, dalam pemaparannya pada “The TrivShow, Roadshow 2019” dengan topik peluang dan tantangan perdagangan aset kripto di Indonesia pada Sabtu, 30 Maret 2019 di Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Menurut Rey, kalangan milenial cenderung agresif untuk melakukan investasi. Karakter itu dirasakan cocok dengan investasi pada mata uang kripto. Milenial kerap melihat ideologis atau background instrument investasinya terlebih dulu.