Enam Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengganggu Orang Lain di Sekitar Anda

Liputan6.com, Jakarta Pepatah lama mengatakan bahwa manusia itu tempatnya salah. Namun, kadang kita menemukan kebiasaan beberapa orang  yang mengganggu dan menjengkelkan. Sayangnya, tak ada obat mujarab untuk mengatasi gangguan kecil yang sehari-hari kita hadapi itu.

Menurut Joe Palca, penulis Annoying: The Science of What Bugs Us mengatakan kepada NPR bahwa perlunya restrukturisasi kognitif, seperti dilansir dari The List, Kamis, 8 Agustus 2019.  Secara sederhana, restrukturisasi kognitif adalah membingkai ulang kebiasaan berpikir negatif yang tak perlu.

“Anda bisa mengatakan pada diri sendiri bahwa nyamuk adalah bagian dari kehidupan dunia dan saya tak boleh marah,” jelasnya.

Hal yang sama berlaku ketika gangguan itu bukan dari serangga terbang, tetapi rekan kerja, teman, pasangan, atau orang lain. Kebanyakan dari kita sebenarnya memiliki kebiasaan yang sama, tapi kebiasaan itu membuat kita kesal ketika orang lain yang melakukannya. Berikut kebiasaan menyebalkan paling sederhana yang kita lakukan.

Menggoyangkan Kaki Saat Duduk

Susan Krauss Whitbourne, profesor ilmu psikologi dan otak dari University of Massachusetts Amherst menjelaskan bahwa kecemasan sesuatu yang dialami semua orang. Menggoyangkan kaki sambil duduk mengirimkan pesan kepada semua orang di sekitar tentang perasaan cemas atau jengkel, atau keduanya.

Makan Bersuara

Makan bisa menjadi pengalaman yang sangat indah, tetapi nafsu makan Anda mungkin berkurang jika Anda duduk di sebelah seseorang yang menyeruput sup, mengunyah dengan mulut terbuka, mengunyah dengan keras, menggoreskan peralatan mereka di gigi, atau makan dengan berisik.

Jika Anda pernah mengalami kemarahan yang tak dapat dijelaskan terhadap orang yang makan bersuara keras, Anda harus tahu bahwa kebiasaan makan mereka sebenarnya tidak bisa disalahkan. Anda mungkin berurusan dengan kondisi yang dikenal sebagai misofonia. 

Misofonia adalah kelainan di mana orang memiliki reaksi kuat dan negatif yang tidak normal terhadap suara biasa yang dibuat orang, seperti mengunyah atau bernapas.”

Mengunyah Permen Karet

Ilustrasi mengunyah permen karet
Ilustrasi mengunyah permen karet.(Pixabay/@LiveLaughLove)

Mungkin saja Anda merasa suara orang yang mengunyah permen karet sedikit menjengkelkan, tapi orang itu mengalami misoponia, mungkin merasa itu semacam siksaan. Suara mulut secara khusus memicu mereka yang memiliki kondisi tersebut dan suara-suara dari permen karet tentu saja tidak dikecualikan.

Menggigit Kuku

Sama seperti nikotin, para ahli percaya ada efek biphasic menggigit kuku, yang berarti dapat berfungsi sebagai stimulan atau depresan tergantung keadaan. Namun, kebiasaan ini bisa dihentikan dengan mencari penggantinya.

Menggeretakkan Jari

Menggeretakkan ruas jari merupakan perilaku umum yang dinikmati banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, hal itu bisa menyebalkan orang lain. Menggeratakkan ruas jari mungkin menyebalkan orang-orang di sekitar Anda, tapi itu tak akan meningkatkan risiko terkena radang sendi.

Mengklik Pena

Meskipun banyak orang dengan misophonia dipicu oleh suara mulut, mengklik pena bisa sama menyebalkan. Medical News Today melaporkan bahwa mengklik pena dapat membuat mereka ingin menjerit atau menyerang. Sayangnya, tak ada perawatan untuk kondisi ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓