Empat Gajah Sirkus Sengaja Dibeli supaya Bisa Pensiun

Liputan6.com, Jakarta – Ramboline, Lara, Djunga, dan Jenny, empat ekor gajah sirkus terakhir di Denmark kini bisa menikmati masa pensiun. Melansir dari BBC, Jumat (13/9/2019), pemerintah setempat sengaja membayar 11 juta krona Denmark atau Rp23 miliar supaya hewan-hewan itu tak lagi jadi bagian sirkus.

Kendati, pemerintah Denmark belum mengungkap rencana di mana para gajah akan ditempatkan, mengutip dari Global News, Animal Protection Denmark akan merawat gajah-gajah itu sampai mereka menemukan ‘rumah pensiun’.

Upaya ini diambil mengikuti kebijakan pemerinah Denmark yang akan secara keseluruhan melarang pemanfaatan hewan liar di pertunjukan sirkus. Kebijakan ini nyatanya tengah diambil dan jadi topik perbincangan di sejumlah negara di berbagai belahan dunia.

Pada Mei 2019, pemerintah Britania Raya telah mengumumkan peraturan baru yang melarang sirkus nomaden memakai hewan liar. “Sirkus nomaden bukanlah rumah bagi hewan-hewan liar di abad ke-21,” kata Anggota Parlemen Britania Raya Michael Gove.

Juga, telah diputuskan di konferensi kehidupan alam liar pada Agustus bahwa bayi gajah Afrika tak lagi boleh diambl dari alam liar untuk dijual ke kebun binatang maupun berujung jadi hewan sirkus.

2 dari 3 halaman

Digantikan Hologram

Circus Roncalli (dok. Boredpanda)

Merepons pada gerakan ini, pada 2018, Circus Roncalli asal Jerman jadi yang pertama menggantikan hewan dengan hologram. Teknologi ini kemudian dinilai sebagai alternatif ketimbang memanfaatkan hewan liar.

Circus Roncalli sendiri sudah ada sejak 1976 dan telah perlahan menghilangkan pertunjukan hewan di awal 1990-an. Kini, mereka teah secara eksklusif memakai hologram yang bisa dilihat 360 derajat, sebagaimana dilaporkan Rheinische Post.

Ada pula perusahaan sirkus terkenal seperti Ringling Bros dan Barnum & Bailey yang tutup pada 2017 setelah bertahun-tahun diprotes dalam penggunaan hewan liar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: