Cerita Akhir Pekan: Wujudkan Resolusi Sehat 2019 dengan Olahan Essential Oil Organik

Liputan6.com, Jakarta – Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalimat yang sering didengar, namun tetap disepelekan di banyak kesempatan. Tapi, jangan lagi terjadi pada 2019 ini, khususnya bagi Anda yang lama menunda mewujudkan resolusi sehat.

Di samping olahraga dan menjaga asupan tubuh, ada cara lain untuk tetap mempertahankan kondisi tubuh agar tak mudah terserang penyakit, yakni dengan memakai olahan essential oil. Racikan bahan ini diusung supaya bisa langsung dipakai.

Essential oil kan nggak bisa langsung dipakai di kulit karena kandungannya terlalu keras. Jadi, supaya lebih praktis, kami buat diluted oil yang merupakan gabungan essential oil dengan bahan-bahan alami lain,” tutur Marketing Communications Manager Botanina Rohmah Helmikawaty pada Liputan6.com lewat sambungan telepon, Jumat, 11 Januari 2019.

Racikannya itu sendiri bisa menggunakan beberapa medium. Salah satu brand pengusung produk natural, Peek Me Naturals, berdasarkan keterangan sang founder, Arlinmencampur essensial oil ke sejumlah medium.

“Bisa water based, oil based, atau butter yang nantinya bakal jadi kayak balsem,” tuturnya lewat sambungan telepon pada Liputan6.com, Jumat, 11 Januari 2019. Sebelum akhirnya dipasarkan, uji coba dilakukan kedua brand tersebut.

Owner Botanina merupakan seorang aromaterapis yang telah memegang sertifikasi dengan mengikuti kursus, baik di dalam maupun luar negeri, untuk menghasilkan blended essential oil. Stabilitas produk dengan klaim organik ini pun diuji farmasis.

Prooduk Peek Mee Naturals itu juga merupakan hasil racikan sendiri sang owner yang merupakan seorang Clinical Aromatherapist dengan farmasis dan apoteker sebagai pengawas produksi olahan essential oil tersebut. “Sebelum dijual, sudah riset selama 1,5 tahun,” cerita Arlin.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 3 halaman

Alasan Pilih Produk Natural dan Organik

Ilustrasi olahan essential oil. (dok. pixabay.com)

Klaim olahan essential oil yang harus diperhatikan adalah natural dan organik. Sering kali dianggap sama, sebenarnya pengertian kedua klaim tersebut lain.

“Organik sudah pasti natural. Tapi, natural belum tentu organik. Jadi, organik itu lebih ke tumbuhan dan diperhatikan sejak proses awal. Tidak ada penggunaan bahan kimia sejak pertama ditanam,” kata Rohmah.

“Sementara, produk natural itu berarti tidak menggunakan segala bentuk sintesis kimia yang berbahaya untuk tubuh,” tambah Arlin.

Di awal penggunaan, dampaknya mungkin tidak terlalu terasa. Tapi, penggunaan produk natural dan organik ternyata merupakan investasi jangka panjang.

“Karena kalau sintesis kimia yang terus-terusan diserap tubuh nantinya mengendap. Lalu, menimbulkan potensi risiko penyakit kronis kayak kanker,” jelas Arlin. Ia menambahkan, sebenarnya produk natural lebih mudah diproses tubuh untuk nantinya dikeluarkan kembali dalam bentuk, entah keringat atau kotoran.

Namun demikian, dikatakan Rohmah, produk natural dan organik punya reaksi berbeda bagi tiap orang. Karenanya, walau pakai satu produk yang sama, reaksi akhir setiap orang sangat mungkin berbeda.

Jadi, jangan ragu untuk konsultasi lebih dulu dengan produsen sebelum membeli. Terlebih klaim natural dan organik sudah sering dipakai sebagai strategi marketing. Karenanya, tahu benar produk yang dipakai wajib hukumnya.

“Selain yakin kalau penjualnya jujur, harus baca bahan yang biasanya tertera di kemasan. Kalau tidak ada, harus tanya. Hindari bahan kimia sintesis kayak SLS, paraben, pewarna, dan fragrance,” papar Arlin.

3 dari 3 halaman

Mengapa Pertimbangkan Pakai Olahan Essential Oil untuk Jaga Kesehatan?

Ilustrasi olahan essential oil. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Dengan racikan dan fungsi tertentu, penggunaan olahan essential oil dipercaya bisa menjaga kesehatan tubuh. “Tumbuhan itu sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan kita dalam menjaga kesehatan. Tinggal tahu bagaimana memakainya dengan tepat,” papar Rohmah.

Di samping itu, penggunaannya juga sangat mungkin meminimalisir konsumsi obat yang notabene mengandung bahan kimia. Arlin menyebut, kesehatan ia dan sang buah hati lebih terjaga selama 3,5 tahun.

“Kalau sudah terasa mau sakit, langsung pakai, misal yang menambah metabolisme tubuh. Jadi, sebelum sakit, sudah buru-buru mencegah dengan rutin pakai blended essential oil,” papar Arlin.

Tapi, penggunaannya harus disesuaikan dengan dosis. Tiap tingkat umur sebenarnya memerlukan bahan yang berbeda. Jadi, lagi-lagi, jangan malu untuk banyak bertanya pada produsen sebelum memakai sebuah produk, walau klaimnya natural dan/atau organik.

Dosis dinilai penting, lantaran, menurut Arlin, sebuah bahan yang baik kalau dipakai dalam kadar terlalu banyak malah bisa jadi petaka. “Misal, lemon. Lemon kan baik untuk kesehatan. Tapi, kalau kandungannya terlalu banyak juga bisa mengganggu fungsi lambung,” tandasnya.

Selain kesehatan secara fisik, baik Botanina maupun Peek Me Naturals, juga memproduksi olahan essential oil yang memerhatikan kesehatan mental dengan fungsi, termasuk menenangkan dan mengurangi kecemasan dengan racikan aroma-aroma tertentu. Jadi, tertarik mencoba?