Cerita Akhir Pekan: Mudik Bersama Si Kecil, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Tak hanya Revalina, Nucha Bahri, pendiri Parentalk.id juga berencana membawa dua anak balitanya berlibur Lebaran. Tapi, kali ini, mereka akan menghabiskan waktu di luar negeri yang bersalju.

Saat mengisi acara Traveling With Babies bersama Mothercare, Nucha berbagi tips melakukan perjalanan jauh dengan anak-anak tanpa pengasuh. Yang paling utama adalah menyiapkan mental karena bepergian bersama anak tak bisa diprediksi.

“Kita tidak bisa ambisius ketika pergi dengan anak,” ujar Nucha, pekan lalu.

Maka itu, para orangtua harus membuat rencana cadangan bila plan awal gagal terlaksana. Ia menyebut target minimal lebih baik daripada menetapkan banyak hal yang berujung stres, tak hanya bagi orangtua, tetapi juga anak.

Stres selama perjalanan juga bisa diredam bila ada kesepakatan dengan pasangan. Berbagi tugas dan beban akan membuat perjalanan jadi lebih ringan. Tentu, komunikasi yang baik harus dilakukan selama perjalanan.

“Kita pasti punya tujuan, komunikasikan dengan baik, biar kalau sudah sampai ke tempat yang kita inginkan, bisa bergantian menjaga anak,” kata dia.

Tips berikutnya adalah memberi pemahamam pada anak beberapa waktu sebelum berangkat. Orangtua dapat memberitahu anaknya tentang rencana bepergian, mulai dari tujuan liburan, suasana di tempat tujuan, apa yang akan ditemui atau dilihat, hingga berapa jam yang harus ditempuh di pesawat.

Hal yang sama diterapkan pada anak yang lebih kecil. Walau mereka belum paham, orang tua ‘mengajak ngobrol’ agar si kecil sehat dan baik-baik selama perjalanan maupun liburan.