Cerita Akhir Pekan: Mengolah Kantong Semen Bekas Menjadi Berkah

Liputan6.com, Jakarta – Berbagai tas tertata rapi. Dari tas ukuran besar hingga sedang, serta gantungan kunci. Orang mungkin tak percaya saat melihat tas dan gantungan kunci yang indah itu terbuat dari kantong semen bekas.

“Kami memperkenalkan perilaku ramah lingkungan lewat produk-produk yang fashionable, tapi juga fungsional, serta ramah lingkungan,” ujar Vania Santoso dari HeyStartic kepada Liputan6.com di Gandaria City, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

STARTIC merupakan akronim dari Stylish Art in Ecopreneurship, sedangkan ‘hey’ merupakan kata imbuhan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk berperilaku ramah lingkungan. Sebenarnya, social project ini dimulai sejak 2005.

Seiring waktu berjalan, usahanya itu berubah menjadi social enterprise pada 2014 yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebagai Duta Lingkungan Hidup Asia Pasifik, salah satu inovasi HeySTARTIC adalah mendaur ulang dengan mengolah kantong semen. Setiap hari ada pembangunan yang menggunakan semen, sementara kantong semen dibuang begitu saja tanpa manfaat.

“Salah satu inovasi kami adalah mendaur ulang dengan mengolah kantong semen,” kata Vania.

Kantong semen itu, lanjut Vania, ada kandungan plastik yang susah di daur ulang. Dari kantong semen itu diolah hingga menyerupai kulit dan tahan air.

2 dari 3 halaman

Produk Daur Ulang

Gantungan kunci yang terbuat dari daur ulang kantong semen (Liputan6.com/Komarudin)

Pembuatan sebuah tas dari kantong semen, menurut Vania, harus melewati berbagai proses. Ia mencontohkan, satu kali buat, harus secara bertahap. Saat proses pewarnaan, makanya harus melakukan pewarnaan hingga akhirnya menghasilkan produk tasi.

“Jadi, dalam sebulan kita bisa bisa menghasilkan 100 hingga 300 produk, tergantung besar kecilnya saja,” tutur Vania.

Dari hasil produk tersebut, ia lalu bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan agar mereka pakai produk daur ulang ini. Produk itu bisa dijadikan sebagai souvenir, merchandise, atau goodie bag perusahaan itu.

“Itu yang membuat mengapa produk kami jadi besar permintaan,” kata Vania. 

Selain di Indonesia, Vania juga memasarkan produk tas kantong semennya ke luar negeri.  Namun, apa yang dilakukan itu masih terbatas saat konferensi atau kompetisi.

“Di sana kita memamerkan produk-produk daur ulang kita. Di situ (acara-acara) biasanya penjualannya lebih tinggi lagi,” ujar Vania.

Vania memasok kantong semen-kantong semen itu dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Saat ini Vania dan timnya sedang melakukan pemberdayaan masyarakat di Narogong, Bogor. Apa yang dilakukan Vania itu bentuk dari mengolah sampah menjadi berkah bagi banyak orang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: