Cerita Akhir Pekan: Kenangan Anak 90-an tentang Permainan Masa Kecil

Ketika layangan dan gundu jadi permainan paling berkesan untuk Dhio, pandangan lain dituturkan Muhammad Zulmi. Lelaki yang menghabiskan masa kecil di Jombang, Jawa Timur, ini masih selalu terkenang serunya bermain bola bersama teman-teman.

“Pulang sekolah, biar hujan sekalipun, biasanya main bola sama teman-teman. Itu yang paling diingat dari permainan waktu kecil,” kata lelaki kelahiran tahun 1990 tersebut pada Liputan6.com, lewat pesan singkat, Sabtu, 13 April 2019.

Di samping itu, beberapa permainan yang juga masih membekas di benak Zulmi adalah gundu, karambol, dan layang-layang. Sayang, sekarang saat pulang ke kampung halaman, ia tak lagi mendapati anak-anak bermain permainan serupa.

Sementara itu, Lanny Kusumastuti, seorang anak perempuan juga dari generasi 90-an punya permainan masa kecil favorit berbeda. “Mainan yang paling diingat itu bekel, kasti, lompat tali, congklak, kelereng, gasing, petak umpet, bedil-bedilan (tembak-tembakan dari bambu, pelurunya dari kertas/koran basah),” tuturnya pada Liputan6.com, lewat pesan singkat, Sabtu, 13 April 2019.

Ia bercerita, masih ingat benar pengalaman saat main lompat tali, ia terjatuh sampai giginya patah. “Biarpun sakit ya saat itu, tapi nggak akan pernah lupa. Ngingetnya juga jadi lucu. Bikin ketawa sendiri,” katanya.

Besar di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, Lanny mengaku kini masih mendapati beberapa anak memainkan permainan tradisional. Hanay saja, jumlahlah tak sebanyak dulu waktu dirinya masih kecil.

Zaman memang sudah berganti. Anak sekarang pun tentu memiliki kegemaran dan preferensi masing-masng. Namun, dalam waktu berproses di tengah era digital, ada baiknya jangan sampai melupakan permainan tradisional yang nyatanya memberi manfaat baik pada anak-anak.