Cerita Akhir Pekan: Agar Resolusi Berolahraga Rutin Berwujud Aksi Nyata

Apa yang dialami Sifu juga banyak dialami orang lain. Hal itu jamak terjadi lantaran Anda tak punya motivasi jelas saat berolahraga. Dokter spesialis olahraga, Michael Triangto SpKO menyebut ada tiga hal umum yang bisa memotivasi kita.

“Tujuan olahraga itu sebenarnya hanya tiga, untuk prestasi, kesehatan, dan fun. Kesulitannya adalah kalau sudah pilih satu, dua lainnya akan terlewatkan,” kata Michael kepada Liputan6.com, kemarin.

Kalau mau mengejar prestasi, seseorang akan diberi porsi latihan berat yang menguras ketahanan fisik hingga seringkali berujung cedera. Maka itu, kata Michael, olahraga yang bertujuan prestasi tidak bisa memperoleh kesehatan dan hilang kesenangannya.

Sementara, orang yang mengejar rekreasi lewat olahraga, tidak bisa dipastikan dapat kesehatan karena olahraga yang dilakukan tidak rutin. Terakhir, mereka yang mengejar kesehatan -paling banyak yang dimotivasi hal ini- lebih berpeluang tidak meraih prestasi optimal, tetapi masih bisa diusahakan mendapat kesenangan.

“Latihan itu enggak boleh berat. Kalau baru pertama berlatih badannya langsung sakit, orang kapok untuk olahraga. Harus ringan dulu supaya yang bersangkutan tidak merasa olahraga jadi suatu masalah yang besar,” ujarnya.

Ia mencontohkan, orang yang terbiasa jogging, bisa melanjutkan kebiasaan joggingnya tetapi dengan beban yang ditambah sedikit hingga ia terbiasa dan teru ditingkatkan sampai target tercapai. Jangan orang yang terbiasa jogging, diminta untuk lari. Hal itu jelas akan memberatkan yang bersangkutan.

“Sama halnya dengan orang yang terbiasa jalan, mending minta mereka jalan cepat dengan durasi tertentu, daripada disuruh langsung lari. Jadi intinya, sesuaikan jenis olahraga dengan kebiasaan orang tersebut,” katanya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak lagi menyamakan aktivitas fisik sebagai olahraga. Contoh hal yang dilakukan Sifu di atas dengan menganggap jalan kaki dari tempatnya magang ke stasiun sebagai olahraga, adalah salah.

“Karena, olahraga itu harus terprogram, teratur, terukur, dan berkesinambungan. Kalau hanya jalan kaki di sela-sela kegiatan, itu namanya aktivitas fisik. Jadi, olahraga itu butuh waktu khusus,” kata Michael.