Alasan Ilmiah Berbelanja Bisa Atasi Rasa Sedih Hingga Kiat Ampuh Amankan Isi Dompet

Liputan6.com, Jakarta Suasana hati manusia tiap harinya selalu berbeda-beda. Seperti roda yang berputar, terkadang hari ini perasaan hati sedang bahagia. Namun, di hari berikutnya mungkin tiba-tiba awan gelap melanda. Tak jarang juga dalam sehari perasaan hati akan berubah-ubah.

Saat sedang senang, biasanya orang akan sering tersenyum dan cenderung banyak bicara. Sebaliknya, jika suasana hati sedang buruk, berdiam diri di kamar dianggap menjadi pilihan terbaik bagi beberapa orang. Namun, ada juga yang mengatasi perasaan sedih dengan pergi berbelanja, lho.

Berbelanja memang identik dilakukan oleh kaum Hawa, tapi jangan salah, kaum Adam pun gemar berbelanja. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa orang-orang pergi belanja untuk mengatasi suasana hati yang sedang buruk. Entah itu jalan-jalan ke mall, window shopping, maupun online shopping seperti yang banyak dilakukan belakangan ini.

Ternyata, ada alasan ilmiah di balik tokcernya berbelanja untuk atasi rasa sedih maupun stres. Penasaran ingin tahu bagian tubuh mana yang berperan mendongkrak mood kamu? Yuk simak selengkapnya tentang penjelasan ilmiahnya, seperti yang dirangkum Liputan6.com dari Neuro Tracker, Kamis (14/2/2019).

2 dari 3 halaman

Alasan ilmiah di balik ampuhnya belanja untuk atasi sedih

Retail Therapy adalah istilah khusus yang berarti suatu aktivitas yang dilakukan seseorang untuk melepaskan diri dari tekanan hidup dengan cara berbelanja. Hadirnya istilah tersebut bukan tanpa sebab, mengingat berbelanja terbukti dapat mengatasi rasa sedih maupun stres.

Para peneliti di Stanford menemukan bahwa ketika seseorang melihat gambar item yang ingin dibeli, sebuah organ di otak bernama reseptor dopamin secara langsung akan aktif. Pada dasarnya, reseptor dopamin aktif ketika kamu mengalami kejadian baru, atau kejadian menarik serta menantang. Contoh mudahnya adalah ketika kamu makan makanan kesukaan.

Dopamin adalah senyawa alami tubuh yang membantu mengendalikan pikiran, lebih tepatnya mengatur proses pengiriman sinyal ke dalam otak ketika melihat benda yang menarik perhatian. Pengiriman sinyal tersebut kemudian mempengaruhi gerak motorik tubuh untuk bergerak ke arah sumber yang mengaktifkan dopamin.

Pemeriksaan medis terhadap aktivitas otak berupa MRI juga menunjukkan bahwa peningkatan kadar dopamin lebih berkaitan dengan antisipasi terhadap pengalaman ketimbang saat kejadian yang nyata. Maksudnya adalah membayangkan akan berbelanja saja sudah membuat kadar dopaminmu melonjak drastis, daripada momen belanja di tempat.

3 dari 3 halaman

Kiat ampuh mengatur keuangan saat belanja

Meski demikian, bukan berarti kamu boleh berbelanja sepuasnya saat suasana hati sedang keruh. Kamu tetap harus mengatur isi dompetmu agar tidak menyesal nantinya. Pasalnya, jika kamu menghambur-hamburkan uang saat stres atau sedih, justru itu bukanlah tindakan yang sesuai untuk atasi stres, karena malah berdampak pada kerugian materiil.

Untuk itu, berikut lansiran Liputan6.com dari berbagai sumber terkait kiat ampuh untuk menghindari Retail Therapy berakhir jadi malapetaka, Kamis (14/2/2019).

1. Buat anggaran

Menyusun anggaran atau budget menjadi kunci untuk menghindari pemborosan. Meskipun kamu sedang mencoba atasi rasa sedih atau stres, usahakan untuk membeli barang-barang yang kamu rasa penting.

2. Window shopping

Window shopping juga bisa dijadikan alternatif untuk mengamankan isi dompet, lho. Cara ini dianggap manjur karena dengan melihat-lihat barang yang dipanjang, suasana hatimu juga akan berangsur-angsur membaik. Apalagi kamu melihat orang di sekitarmu yang terlihat bahagia. Dengan itu, mereka akan menularkan virus positif kepada dirimu yang sedang down.

3. Wisata kuliner

Selain berbelanja barang-barang, kamu juga bisa berwisata kuliner. Jika dirasa sudah cukup berbelanja, kamu bisa mampir ke restoran ataupun kafe yang menyediakan makanan ringan yang unik. Makanan atau minuman manis seperti coklat bisa membuat suasana hati sekaligus perut menjadi bahagia kembali.

4. Hindari mengunjungi tempat yang punya kenangan buruk

Selain 3 kiat ampuh di atas, kamu juga perlu menghindari tempat-tempat yang mengingatkan pada kenangan buruk. Misalnya, jangan pergi ke toko baju yang pegawainya menyebalkan. Pergilah ke butik atau tempat lain yang belum pernah kamu kunjungi agar kamu mendapat pengalaman berbelanja yang baru.