6 Cara Mengurangi Pemakaian Plastik Saat Traveling

Liputan6.com, Jakarta – Kian tercemarnya lingkungan akibat tumpukan sampah plastik kini menjadi isu besar yang jadi perhatian seantero dunia. Gerakan mengurangi plastik pun banyak diterapkan, salah satunya dapat Anda lakukan saat traveling.

Langkah nyata yang paling sederhana adalah membawa botol minum dan tas sendiri sebagai tindakan berkelanjutan. Tak hanya itu, ketika berlibur ke satu tempat, masih ada pula cara lain untuk mengurangi polusi plastik.

Apa saja cara-cara tersebut? Yuk, simak rangkuman selengkapnya seperti dilansir dari Lonely Planet, Selasa, 8 Oktober 2019, di bawah ini.

1. Pilih Hotel yang Sustainable dan Akomodasi Ramah Lingkungan

Hotel yang berkomitmen terhadap sustainability memudahkan Anda untuk menghindari plastik. Mereka biasanya menyediakan air juga menyediakan botol yang dapat digunakan kembali jika Anda lupa botolnya sendiri saat traveling.

Selain itu, ada pula hotel yang menawarkan alternatif sedotan plastik. Untuk memerangi limbah yang diciptakan oleh botol sampo sekali pakai, semakin banyak hotel juga menyediakan produk dalam dispenser yang dapat digunakan kembali, banyak hotel, misalnya, telah mengganti perlengkapan mandi mini dengan dispenser yang terpasang di dinding.

2. Barang-Barang Perjalanan Bebas Plastik

Cotton buds dengan batang plastik juga sangat merusak. Miliaran jumlahnya berakhir di tempat pembuangan sampah di seluruh dunia setiap tahun dan jutaan lebih menyiramnya di toilet.

Jika Anda terbiasa terbiasa menyimpan pakaian kotor di kantong plastik saat traveling, pertimbangkan untuk menggunakan reusable packing cubes sebagai gantinya.

2 dari 4 halaman

3. Terbang Bebas Plastik

Ilustrasi pesawat lepas landas. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Banyak maskapai penerbangan yang menggunakan plastik selama layanan. Anda dapat meminta kru untuk mengisi ulang botol minum, menolak handuk penyegar yang dibungkus sendiri, dan meminta minuman tanpa pengaduk plastik.

Jika Anda lupa botol sendiri, pegang gelas yang sama selama penerbangan. Anda mungkin juga ingin mendukung maskapai yang bekerja untuk membatasi penggunaan plastik mereka.

4. Periksa Produk Menstruasi

Rata-rata perempuan menggunakan sekitar 10.000 produk menstruasi individual sepanjang hidupnya. Efeknya terhadap planet ini sangat besar.

Tampon kapas organik adalah pilihan yang paling ramah lingkungan, tetapi jika Anda lebih suka pembalut, cobalah untuk menghindari barang yang dibungkus secara individual. Anda juga bisa memakai reusable menstrual cups yang dapat dicuci dan dipakai kembali selama lebih dari satu tahun hingga menggantinya.

3 dari 4 halaman

5. Belanja di Pasar

Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak sedikit supermarket ternama yang mengemas barang-barang dalam plastik. Anda dapat menghindari ini dengan berbelanja di pasar dan jangan lupa membawa tas sendiri.

6. Pakai Perlengkapan Berkualitas Baik yang Ramah Lingkungan

Pakaian yang dipakai saat perjalanan sering kali mengandung serat mikro plastik berbahaya yang berakhir di lautan setelah mencuci pakaian. Untungnya, banyak perusahaan yang menghindari ini dengan membuat perlengkapan dari serat yang ramah lingkungan sebagai alternatif membuat pakaian dari plastik bekas.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: