Dengar Lion Air JT 610 Kecelakaan, Laura Lazarus Ikut Trauma dan Sedih

JawaPos.com – Sampai saat ini, Laura Lazarus, mantan pramugari Lion Air masih trauma dengan kecelakaan pesawat. Begitu dia mendengar pesawat Lion Air JT 610 kecelakaan di Karawang, Jawa Barat, tubuhnya langsung gemetar dan merinding. Pikirannya melayang langsung kilas balik ke masa kelam tahun 2004, saat dia lolos 2 kali dari maut bersama Lion Air.

Laura memahami kondisi itu tak mudah dan sangat berat bagi semua keluarga korban. Ketika kecelakaan di Solo tahun 2004 terjadi, Laura pun tak bisa menolong para penumpang. Dia hanya mendengar jeritan. Dia pun terpental bersama kursi yang didudukinya dengan sabuk pengaman masih terpasang.

“Terus terang saat mendengar kecelakaan Lion Air kemarin sedih dan masih trauma. Saya dengar Lion Air hilang kontak, saya meriang, merinding, dan gemetar. Insiden itu tentu tak mudah bagi keluarga korban,” kata Laura saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (2/11).

Laura merasakan air mata pasti mengalir deras di tahap-tahap awal pasca kecelakaan. Namun dia berharap semua keluarga korban untuk tetap tegar dan bisa bangkit. Setidaknya itu yang Laura lakukan usai kecelakaan yang dialaminya di tahun 2004.

“Saya ingin tunjukkan kepada semua keluarga saat itu bahwa saya bisa bangkit. Tentu itu tak mudah,” tegasnya.

Sejak tahun 2002, kurang lebih ada belasan catatan kecelakaan pesawat Lion Air. Dari mulai keluar landasan, tergelincir, hingga jatuh di perairan. Laura berharap, perusahaan maskapai Lion Air bisa terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem manajemen dari semua insiden yang sudah terjadi.

“Lion Air seharusnya bisa jauh lebih baik. Saya yakin setiap perusahaan pasti ada evaluasi,” katanya.

Laura berpesan kepada keluarga korban Lion Air JT 610 bahwa Tuhan Maha Baik. Dia mencontohkan saat ini dirinya bisa bangkit dengan memiliki perusahaan penerbitan Growing Publishing dan menjadi motivator.

“Itu semua bagian dari pemulihan atas semua yang saya alami 14 tahun lalu,” ungkap Laura.

(ika/JPC)