Jamu Said Aqil, Haedar Hidangkan Nasi Arab yang Sudah Dinusantarakan

JawaPos.com – Nasi liwet Solo dan nasi Arab jadi menu utama yang mengawali pertemuan di kantor PP Muhammadiyah tadi malam (31/10). Saat rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) yang dipimpin Said Aqil Siroj berkunjung.

“Nasi Arab yang sudah dinusantarakan,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir seusai makan malam yang disambut tawa Said dan semua yang hadir.

Haedar menyatakan, pertemuan itu merupakan kunjungan balasan. Sebab, Mei lalu dia bersama rombongan PP Muhammadiyah berkunjung ke kantor PB NU. Jadi, kata Haedar, pertemuan sudah diagendakan jauh hari sebelum terjadi insiden pembakaran bendera di Garut.

Menurut Haedar, persoalan bendera sempat disinggung dalam pertemuan. Tapi, pihaknya sudah berkomitmen menyerahkan masalah tersebut kepada penegak hukum.

Said datang bersama Sekjen PB NU Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dan sejumlah pengurus lain. Sedangkan Haedar didampingi Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti serta beberapa pengurus lain.

Menurut Said, NU dan Muhammadiyah berkewajiban menjaga ukhuwah islamiyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan).

Kedua pihak tadi malam bergantian membacakan pernyataan bersama yang berisi empat komitmen. Sekjen PB NU Helmy Faishal Zaini membacakan dua poin pertama, sedangkan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti membacakan dua poin terakhir.

Pertama, berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan NKRI yang berdasar Pancasila. Kedua, mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme politik kenegaraan.

Ketiga, meningkatkan komunikasi dan kerja sama yang konstruktif. Dan keempat, pada tahun politik, semua pihak berkomitmen mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan. 

(lum/c9/ttg)