BKN Ungkap Pemicu Ketidaklulusan Peserta CPNS di Seleksi Administrasi

JawaPos.com – Sesuai jadwal yang ditetapkan, batas akhir pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS baru adalah kemarin (21/10). Namun, hasil rekapitulasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan, masih banyak instansi yang belum mengumumkan kelulusan.

Sebagaimana diketahui, jumlah pembuat akun pendaftaran CPNS di sscn.bkn.go.id adalah 4,4 juta pelamar. Kemudian, yang sudah menuntaskan pendaftaran 3,6 jutaan pelamar. Data dari BKN hingga kemarin siang pukul 12, jumlah pelamar yang memenuhi syarat dan lulus seleksi administrasi 2,6 jutaan orang.

Jumlah peserta yang lulus seleksi administrasi itu berpotensi terus bertambah. Sebab, BKN mengumumkan, belum seluruh instansi melansir pengumuman kelulusan seleksi administrasi.

BKN Ungkap Pemicu Ketidaklulusan Peserta CPNS di Seleksi AdministrasiIlustrasi: Menurut versi BKN, penyebab tidak lulus peserta CPNS di seleksi administrasi karena program studi tidak sesuai dengan yang dilamar. (Imam Husein/Jawa Pos)

Pada seleksi CPNS tahun ini, panitia mengumumkan alasan ketidaklulusan seleksi administrasi. Alasannya bervariasi. Mulai kualifikasi ijazah yang tidak sesuai dengan syarat formasi yang dilamar. Kemudian IPK yang tidak memenuhi ketentuan IPK minimal.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menjelaskan, memang ada ketentuan mengumumkan pelamar yang lolos dan tidak lolos seleksi administrasi. Sekaligus alasan mengapa pelamar tersebut dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. “Iya, biar netizen paham mengapa gagal (seleksi administrasi, Red),” katanya kemarin.

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memberikan catatan dalam penyelenggaraan rekrutmen CPNS. Ketua Tim ORI untuk Penanganan Seleksi CPNS 2018 Dominikus Dalu menyatakan, salah satu yang menjadi catatan adalah komunikasi ke publik terkait kebijakan soal akreditasi kampus dan program studi. Pada peraturan menteri tidak diatur akreditasi pada saat pelamar itu lulus atau akreditasi terkini.

“Tapi, kemudian di surat edaran menteri PAN-RB pada 2 Oktober, itu dipertegas lagi bahwa yang dimaksud akreditasi itu saat pelamar lulus dari kampus,” ujar Dalu. 

(wan/jun/c9/agm)