Kesaksian Mengerikan Frans Toni, Dosen Penyelam Puing Lion Air JT610

Proses pencarian penumpang dan badan pesawat Lion Air PK-LQP terus dilakukan oleh aparat dan relawan penyelam yang datang dari berbagai provinsi. Salah satunya penyelam asal Kalimantan Selatan, Frans Tony, warga Banjarbaru.

Frans bergabung sejak dimulainya pencarian. Yakni, pada Rabu (31/10) lalu. Tergeraknya dia untuk berangkat bergabung dalam tim rescue pencarian pesawat nahas itu setelah Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) pusat dilibatkan dalam pencarian.

Dia sendiri tergabung dalam Pengprov POOSI Kalsel. “Setelah mendapat izin dari ketua Pengprov POOSI Kalsel, saya pun langsung berangkat ke Jakarta untuk bergabung di tim relawan penyelam POSSI,” ujar Frans kemarin yang mengaku sedang bersiap melakukan penyelaman kembali, sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Senin (5/11).

Lion Air, Frans Toni penyelam, penyelam lion air Frans ToniSalah satu puing pesawat Lion Air JT-610 yang ditemukan Tim Basarnas di perairan Karawang, Jawa Barat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Menyelam bagi Frans tak hanya sekadar hobi. Dosen di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini tergabung di tim relawan nasional, meski baru kali ini dia dipercaya. Akan tetapi, kegiatan rescue penyelaman level lokal sudah digelutinya sejak masih duduk di bangku kuliah.

Tergabung sebagai relawan pada pencarian penumpang dan badan pesawat Lion Air, menurutnya, adalah suatu pembuktian atas kepercayaan pemerintah kepada dirinya. Bukan soal kebanggaan, namun karena jiwa sosial.

Frans mengungkapkan, menyelam di Perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat tempat pencarian puing pesawat, sejatinya arusnya tak berat. Begitu pula kedalamannya. Namun, yang membuat agak terhambat adalah warna air. “Arusnya normal, begitu pula kedalamannya,” sebut Frans.

Selama menyelam pada Rabu dan Kamis pekan lalu, Frans memang mengakui bahwa telah menemukan yang berhubungan dengan pesawat. Sayangnya, karena beberapa hal, dia enggan membeberkan secara gamblang apa saja yang dia temukan.

Dia hanya mengatakan bahwa kurang pas jika hal tersebut dipublikasikan. Memang kedengarannya mengerikan. “Kalau saya ceritakan akan vulgar. Biar satu pintu dari Basarnas saja informasi temuan,” katanya.

Begitu pula dengan salah seorang relawan penyelam SBOBET yang meninggal dunia ketika melakukan penyelaman. Frans tak ingin informasi mengenai akibat meninggalnya rekan penyelam tersebut simpang siur. Dia meminta lebih baik dari satu pintu yakni Basarnas.

Yang pasti, terangnya, relawan tersebut tidak tergabung atau bukan anggota relawan POSSI. “Relawan penyelam bukan POSSI saja, kami menyelam secara bergantian. Contohnya, saya setelah mencari hari Rabu dan Kamis. Hari Jumat dan Sabtu libur. Baru hari ini (Minggu) kembali dapat giliran,” terangnya.

Frans sendiri boleh dikatakan orang pertama yang mendirikan club selam di Kalsel. Dia ingat betul bahwa pada 2003 lalu, dia mendirikan club selam dengan nama Banjarbaru Diving Club. Selanjutnya pada 2007, Frans juga membentuk Unit Selam ULM yang pada unitnya terdapat Underwater Rescue. “Saat ini saya lebih banyak bantu rekan di BPBD maupun Tagana dalam memberikan pembelajaran menyelam di dasar laut,” tandasnya.

Pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610 itu sendiri diperpanjang tiga hari mulai hari ini (5/11). Fokus utama adalah mencari jenazah korban yang berada tak jauh dari lokasi utama puing-puing pesawat yang kecelakaan pada Senin (28/10) itu. Jenazah korban juga dicari di pantai dari Tanjung Pakis sampai Pantai Sedari, Karawang sepanjang 20,24 kilo meter.

Feni Berharap Ada Keajaiban untuk Adik dan Calon Iparnya

JawaPos.com – Kabar duka menyelimuti keluarga penumpang pesawat Lion Air JT-610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang. Pesawat nahas itu hilang kontak pukul 6.20 WIB, sebelum akhirnya dinyatakan jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat .

Di kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat terlihat ada satu keluarga korban yang bernama Feni. Feni adalah satu dari 181 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air, pagi tadi.

Dia datang bersama orang tuanya untuk mencari informasi. Kedatangan mereka diiringi secercah keajaiban bahwa sanak keluarganya bisa selamat dari insiden nahas ini.

“Kami mengharapkan selamat lah. Saudara kami ada 4 (di pesawat itu, Red). Adekku, calon suaminya, papa calon suaminya, sama teman papanya,” ujar Feni di kantor Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Feni menuturkan, keberangkatan sanak saudaranya ini ke Pangkal Pinang sendiri dalam rangka silaturahmi dengan keluarga lainnya.”Ke Pangkal Pinang memang mau ketemu sanak saudara saja. Lost contact sekitar jam 8 pagi,” terangnya.

Sebelumnya, Pesawat Lion Air JT-610 tujuan Cengkareng-Pangkal Pinang jatuh saat masih berada di daerah Jawa Barat. Kasubag Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Yusuf Latif telah membenarkan kabar sbobet indonesia tersebut.

“Sudah A1 (pesawat jatuh, Red),” ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Senin (29/10).

Yusuf menjelaskan, pesawat jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat. Belum diketahui pasti penyebab jatuhnya pesawat ini.

“Kordinatnya di Tanjung Karawang,” pungkasnya.

(sat/JPC)

Tolak Cukai Plastik, Kemenperin Usul Beri Insentif ke Pemulung

JawaPos.com – Kementerian Perindustrian secara tegas menolak kebijakan cukai plastik yang rencananya akan dilakukan mulai tahun depan. Penerapan cukai plastik dinilai harus dikaji secara mendalam untuk mendapatkan kesamaan interpretasi dari semua pihak terkait.

“Kami tetap berpendirian bahwa cukai kantong plastik kami tolak,” ujar Direktur Industri Kimia Hilir Ditjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin Taufik Bawazier saat ditemui di Grand Zuri BSD City, Tangerang Selatan, Senin (10/12).

Menurutnya, jika tujuan pemerintah ingin mengurangi sampah plastik yang tidak ramah lingkungan, maka bisa dilakukan dengan pendekatan lain. Misalnya memberikan insentif kepada para pemulung.

“Cukai itu alternatif. Fiskal yang lain itu insentif, bahkan nanti insentif fiskal untuk para pemulungnya. Dikasih semua BPJS dan yang sebagainya,” tutur dia.

Taufik menyebut, dengan demikian para pemulung akan lebih giat untuk memungut sampah plastik. Baik di lingkungan masyarakat, maupun di tempat pembuangan akhir (TPA). “Sehingga dia giat mengambil plastik-plastik yang ada di lingkungan,” katanya.

Saat ini, Kemenperin masih berupaya melakukan konsultasi dengan terus menyampaikan semua perspektif terkait sampah plastik bagi industri recycling beserta konsep ramah lingkungannya. Sebab, hal tersebut masih bisa menguntungkan bagi sektor ekonomi.

“Industri recycling-nya itu ramah lingkungan. Tidak perlu tambahan lagi adiktif-adiktif ataupun yang mengklaim ramah lingkungan. Buat sisi industri itu bisa di-recycling untuk nilai tambah ekonomi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terlihat optimis menerapkan kebijakan pengenaan cukai terhadap plastik tak ramah lingkungan. Bahkan, rencananya cukai akan diterapkan pada tahun depan.

Namun, hingga kini pemerintah masih berkonsultasi dengan Komisi XI DPR RI serta tengah menggodok Peraturan Pemerintah (PP).

(yes/JPC)

Muncul Kabar Dilebur, Begini Nasib Badan Litbang di Kementerian

JawaPos.com – Saat ini hampir seluruh kementerian memiliki badan penelitian dan pengembangan (litbang) masing-masing. Di tengah pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas-Iptek), beredar kabar bahwa badan-badan litbang di kementerian tersebut bakal dilebur.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) misalnya memiliki Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Diantara tugas rutin badan ini adalah menyelenggarakan Ujian Nasional (Unas) dan urusan pengkajian kurikulum serta perbukuan.

Kemudian di Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki Badan Penelitian dan PEngembangan (Balitbang) Pertanian. Selain itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memiliki Balitbang Perhubungan, Kementerian Agama (Kemenag) memiliki Badan Litbang dan Pendidikan Latihan (Balitbang-Diklat).

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe mengatakan sampai saat ini pembahasan RUU Sinas-Iptek masih terus bergulir.

’’Isu terkait (keberadaan, Red) lembaga litbang juga masih dalam pembahasan,’’ katanya di sela seminar tentang Urgensi Audit Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 di Jakarta Jumat (7/12).

Jumain menjelaskan di tengah pembahasan RUU Sinas-Iptek saat ini sedang dibahas dua skenario penanganan badan litbang di kementerian-kementerian itu. Jumain tidak menampik bahwa ada wacana apakah perlu sebuah badan baru yang melingkupi badan-badan litbang tersebut.

Dengan adanya badan baru tersebut, maka badan-badan litbang yang ada di kementerian dicabut. Kemudian dipindah ke badan baru yang lebih besar itu.

Sehingga bisa diatur supaya penelitian di badan litbang satu dan lainnya tidak tumpang tindih.

Skenario yang kedua adalah memperkuat peran Kemenristekdikti. ’’Memperkuat peran Kemenristekdikti untuk mengkoordinasikan (badan-badan litbang di kementerian, Red),’’ tuturnya.

Jumain mengatakan selama ini peran Kemenristekdikti terhadap badan-badan litbang itu terlaul umum. Hanya sebatas mengkoordinasikan kebijakan secara umuam saja.

’’Apakah (Kemenristekdikti, Red) ke depan bisa ikut dalam proses penganggaran dan penyusuna program-program, ini masih dikaji,’’ terangnya.

Dia menegaskan yang menjadi penekanan saat ini adalah penguatan fungsi Kemenristekdikti terhadap badan-badan litbang di kementerian. Tujuannya adalah supaya anggaran dana riset di badan litbang kementerian-kementerian tersebut bisa efektif.

Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa anggaran riset dan penelitian di badan litbang kementerian-kementerian jika dikumpulkan cukup besar. Jumlahnya mencapai Rp 24,9 triliun.

Namun sayangnya dengan anggaran yang besar dan diecer-ecer ke banyak kementerian itu, belum terlalu menghasilkan produk penelitian yang signifikan. 

 
 

(wan/JPC)

BPN: Cetak Sawah Gagal Imbangi Alih Fungsi

JawaPos.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan, tiap tahun area persawahan diprediksikan terus berkurang. Di sisi lain, program cetak sawah yang dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kementan) juga mampu mengatasinya.

Pengecekan melalui citra satelit beserta verifikasi lapangan juga ditujukan untuk mengecek benar-tidaknya klaim Kementan akan realisasi luasan cetak sawah.

BPN menegaskan, untuk mencegah pengurangan lahan memang tidak bisa dilawan dengan program cetak sawah semata. Bahkan, diperkirakan tahun depan lahan sawah di Indonesia bisa berkurang lagi sampai 1,4 juta hektare.

“Ini saja yang dari hasil terbaru 2018 itu kan 7,1 juta hektare ya dari citra satelit. Tapi ke depannya diprediksi bisa berkurang lagi sampai 20 persen,” ungkap Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Tanah Pertanian Kementerian ATR/BPN, Vevin S Ardiwijaya, Selasa (4/12).

Pengurangan yang cukup signifikan tersebut dikarenakan dari hasil verifikasi langsung ke lapangan menemukan, banyak lahan sawah yang ternyata sudah memiliki izin alih fungsi. Ada yang berubah menjadi mal, ada yang menjadi bangunan lain.

“Idealnya memang tiap tahun dicek terus. Alih fungsi ini kan kencang sekali untuk lahan pertanian,” ucapnya lagi.

Ke depan Kementerian ATR/BPN tengah fokus menggarap rancangan peraturan presiden guna mempersulit alih fungsi lahan. Pertama, untuk bisa efektif berproduksi, cetak sawah memerlukan waktu yang sangat lama. Di mana lahan sawah baru tersebut diperkirakan baru bisa berfungsi dalam jangka waktu 5—10 tahun ke depan.

“Jadi, tidak bisa buka sawah terus langsung bisa produksi 2—3 kali setahun. Waktunya lama itu untuk lahan baru bisa sampai 5—10 tahun,” imbuhnya.

Diakuinya, saat ini sendiri Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim program cetak sawah mampu menghasilkan sekitar 60 ribu hektare sawah baru tiap tahunnya. Bengan program yang dimulai dari tahun 2013 ini , jika dikalkukasi artinya diperkirakan sudah mampu menghasilkan sebanyak 300 ribu ha dalam 5 tahun terakhir. Namun, realisasi tidak demikian.

“Tapi itu harus diingat, klaimnya berdasarkan dana yang dikeluarkan Kementan yang dikasih ke petani dan lain-lain. Kasus di lapangan banyak yang tidak sesuai, ” papar Vevin.

(jpg/bin/JPC)

Reuni Para Pencinta Nabi SAW

JawaPos.com – Romo Kiai Taufiq berjalan tenang melawan arus jamaah yang bergerak ke pusat pertemuan ribuan manusia. Usai mengantar tamu-tamu istimewa hingga ke jalan kampung, dia kembali ke ndalem, bahasa Jawa halus untuk rumah. Dari pintu tembus ke Pondok Pesantren At Taufiqi yang dipimpinnya, Kiai Taufiq bergegas ke madrasah. Di ruang yang tidak luas itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dipusatkan. Namun, ternyata bukan dia yang memimpinnya.

Duduk di antara jamaah, Kiai Taufiq mempersilakan Syekh Mustafa Mas’ud dan Habib Abdullah Al Hadad untuk memimpin pembacaan salawat Nabi SAW. Menyusul kemudian, Dr Al Ngatawi Zastrouw memberikan ceramah seusai Syekh Mustafa dengan ringkas menyampaikan mukadimah. Habib Bagir Alatas yang sangat disegani masyarakat juga duduk di antara jamaah, bukan di deretan ketiga ulama yang berada di depan. Dia tampak khusyuk dalam majelis mulia itu.

Demikianlah kepemimpinan diajarkan dengan akhlak yang tinggi. Meski Kiai Taufiq dan Habib Bagir lebih sepuh dan dihormati, keduanya lebih memilih laku batin untuk mendampingi tiga ulama itu. Mengikuti dan menyimak pengajian pada Rabu malam itu dari layar di sudut-sudut gang, lebih dari dua puluh ribu jamaah laki-laki rela duduk berdesak-desakan di empat penjuru jalan sempit di Wonopringgo, Pekalongan, tersebut. Memang pesantren itu terletak di tengah kampung.

Itulah reuni yang sangat sederhana, tapi sedemikian kuat menyentuh kalbu para pencinta Nabi Muhammad SAW. Hadirin pengajian, antara lain, alumni santri Pondok Pesantren At Taufiqi, santri yang masih mukim untuk belajar, wali santri, jamaah pengajian rutin Rabu malam, aparat kepolisian dan tentara, serta masyarakat dari berbagai lapisan yang menjadikan Kiai Taufiq sebagai rujukan utama dalam menjalankan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari.

Tak ada pengamanan yang berlebihan dalam kegiatan yang menggerakkan lautan manusia itu. Seluruhnya berada dalam komando yang menakjubkan. Gus Atiq Hadi Masrur, panitia Maulid Nabi, mengatakan, 4.500 nampan nasi kebuli disediakan untuk jamaah. Tiap nampan dihidangkan untuk lima jamaah. Nampan-nampan dengan lauk bistik daging sapi, acar, dan lalap nanas itu mengalir di antara jamaah. Setelah rata terbagikan, barulah serentak seluruh jamaah makan dengan tertib.

Takkan ada sebiji pun nasi yang dibiarkan jatuh tanpa dipungut lagi. Seluruhnya bersih, licin. Itu memudahkan panitia memberesi lingkungan seusai pengajian. Tak ada sampah berserak. Maulid Nabi SAW yang sesungguhnya juga merupakan ajang reuni para pencinta Nabi Muhammad SAW tersebut diselenggarakan dengan benar-benar meneladani Sang Uswatun Hasanah. Tak ada kaki bersandal yang menginjak terpal alas duduk. Sandal dilepas, dimasukkan ke plastik, dan dibawa.

Kebersihan, yang memang disabdakan oleh Rasulullah Muhammad SAW sebagai sebagian dari iman, diajarkan oleh Kiai Taufiq dalam keseharian. Tiap usai salat Subuh berjamaah, dia berjalan mengitari pondok pesantren hanya demi memeriksa apakah ada daun jatuh dari pohonnya. Jika ada, tanpa memerintah santri, Kiai Taufiq akan memungutinya sendiri. Tentu 850 santri di pesantren yang mengamalkan Dalail Khairat itu tergopoh mendapati gurunya demikian.

Tanpa dikomando, mereka akan turut berjalan di belakang kiai sepuh yang kini telah berusia lebih dari tujuh dasawarsa tersebut. Ikut memunguti daun, sampah, dan apa pun yang tercecer di lingkungan dalam pondok. Bukan hanya itu. Kebersihan dan kerapian rumah-rumah kayu tempat mereka menetap pun selalu dijaga. Demikian pula kakus dan kamar mandi yang selalu langsung dibersihkan setelah digunakan. Itulah kepemimpinan sejati yang tidak hanya berdalil dan berdalih.

Romo Kiai Taufiq, yang juga termasyhur sebagai mursyid Thariqat Naqsabandi di Pekalongan, memancarkan raut karisma yang mendamaikan siapa pun. Tutur kata kiai yang mengaji kepada mendiang Kiai Masduqie Lasem itu lembut. Perilakunya santun. Sangat tenang, sampai-sampai ketenangannya membekukan siapa pun yang berdiri di hadapannya hingga tak kuasa untuk tidak membungkuk hormat. Namun, Kiai Taufiq pun tak segan untuk lebih merendah menyalami orang-orang.

Tamu-tamu istimewa, para habaib, kiai, dan gus, dia terima sendiri di ndalem sampai meluber ke serambi depan dan samping. Kiai Taufiq sendiri pula yang mempersilakan para tamu itu mengambil hidangan. Nasi putih, nasi samin (nama lain nasi kebuli), iga bakar, kikil, sup, ayam goreng, garang asem, acar, gurami asam manis, pisang, jeruk, dan aneka minuman disantap bersama. Namun, Kiai Taufiq justru tak mengambil apa pun. Dia terus berjalan memeriksa kebutuhan tetamu.

Itu pulalah kepemimpinan yang semakin jarang kita dapati di negeri ini. Setelah seluruh tamu menikmati hidangan dan beramah tamah, kemudian satu per satu berpamitan, barulah Kiai Taufiq datang menghampiri saya dan Zastrouw untuk meminta ditemani makan malam. Itu pun masih tertunda satu jam lagi karena arus manusia yang ingin bersalaman ngalap berkah sang kiai belum surut meski sudah tengah malam. Dengan kesabaran teramat sangat, dia menerima mereka.

Kiai Taufiq membuka percakapan sebelum kami makan. “Siapa tahu, nanti kalau saya ditanya di pintu surga tentang apa alasan saya sehingga berhak masuk surga, saya akan jawab, saya pernah makan bersama orang-orang saleh seperti Anda berdua,” ucapnya. Tentu saja kami tertunduk malu menyaksikan sikap tawadu Kiai Taufiq. Dia kemudian menyuap nasi samin dan bistik daging sapi perlahan. Sampai habis. Tak bersisa selain sepotong tulang kecil. Tak ada yang tertinggal di piring. Licin!

Bahkan, demi memastikan seluruhnya telah dimakan tanpa sisa, Kiai Taufiq pun mengambil kerupuk. Mengusapkannya ke seluruh bagian piring, lalu memakannya. “Sedikitnya ada enam hadis yang jelas-jelas menerangkan tentang makan tidak boleh mubazir. Biasanya, saya usapkan tahu ke piring, lalu saya makan. Saya jilat jari jemari sebelum saya cuci. Kita tidak pernah tahu di bagian mana dari makanan yang kita santap itu yang berkah,” jelas Kiai Taufiq seraya mengutip hadis.

Telah puluhan tahun pula dia menjaga diri untuk tidak batal wudu. “Tak banyak yang bisa saya amalkan dari ajaran Islam. Saya baru mampu menjalankan taharah (bersuci),” tutur Kiai Taufiq. Betapa tidak mudah selalu merendahkan diri di hadapan Allah dan merendahkan hati di hadapan sesama manusia. Romo Kiai Taufiq, dengan kepemimpinannya yang santun dan sederhana, mencontohkan kepada siapa pun yang hadir dalam reuni para pencinta Nabi Muhammad SAW itu.

Hari-hari ini kita merindukan pemimpin yang meneladani pemimpin terbaik umat manusia, yaitu Nabi Muhammad SAW. 

(*/c11/oni)

Pengadilan dan KPK Izinkan Zumi Zola Hadiri Pemakaman Ayahnya

JawaPos.com – Mantan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (28/11) malam di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Adanya kabar itu dibenarkan oleh Kuasa Hukum Zumi Zola, Farizi. Dia mengatakan, Zulkifli meninggal karena mengalami penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya.

“Iya benar meninggal sekitar pukul 20.00 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah. Beliau (ayah Zumi Zola) sudah hampir setahun sakit diabetes yang sudah komplikasi,” katanya saat dikonfirmasi (28/11).

Terkait adanya hal itu, Zumi Zola yang terjerat kasus korupsi RAPBD Jambi diakui Farizi sudah mendapatkan izin keluar dari tahanan KPK.

“Pengadilan memberi izin Pak Zumi keluar tahanan karena ayahanda meninggal jam 8 malam. Atas izin pengadilan, KPK sudah memberikan pengawalan ke RS Pondok Indah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Farizi menyebut izin itu juga sudah sesuai dengan prosedur hukum. Karena, pada sore tadi pihaknya terlebih dahulu mengajukan ke majelis hakim yang menyidangkan perkara Zumi perihal izin keluar tahanan ini.

Maka pada saat itu pula, pengacara Zumi juga meminta izin agar Zumi bisa mendampingi ayahnya yang dalam kondisi kritis di RS hingga akhirnya kabar duka ini datang.

Terpisah, terkait adanya kabar duka ini, Komisi Pemberantasan Korupsi mengizinkan Zumi Zola untuk melayat ayahnya. “Karena pertimbangan kemanusiaan, JPU tadi sudah ijin untuk mengantar ZZ ke rumah duka sembari menunggu penetapan hakim terbit,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Rabu malam (28/11).

Kendati demikian, karena status penahanan Zumi dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor maka perlu ada ketetapan hakim yang memperbolehkan Zumi menghadiri pemakaman Ayahnya di Jambi, esok hari.

“Besok jika penetapan hakim telah keluar akan dizinkan untuk menghadiri pemakaman,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabar duka menyelimuti keluarga Zumi Zola. Ayahanda Zumi Zola, yakni Zulkifli Nurdin dikabarkan meninggal dunia.

Kabar yang diterima JawaPos.com Zulkifli meninggal pada Rabu malam (28/11) di Rumah Sakit Pondok Indah sekitar pukul 20.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Zumi Zola, Farizi.

Dia menambahkan, saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka yang berlokasi di Pondok Indah. Jenazah rencananya akan dimakamkan di Jambi.

(ipp/JPC)

5 Penyakit Ini Bikin BPJS Nunggak Triliunan, Ini Kata Nurmansyah

JawaPos.com – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diyakini memiliki instrumen penting, dalam mencegah penyakit. Mayoritas penderita penyakit berat, disebabkan lantaran buruknya kesadaran PHBS.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IX DPR, Nurmansyah Tanjung ketika menyoroti ihwal defisit BPJS yang mencapai Rp 16,5 triliun.

“Artinya masyarakat harus semakin aware terhadap PHBS. Dibudidayakan, dibiasakan sejak dini,” ujar dia kepada JawaPos.com, kemarin.

Menurut Nurmansyah, dari total defisit tersebut, 5 di antaranya ‘disumbang’ penyakit berat. Jantung menempati posisi teratas dengan Rp 6,67 triliun, kemudian Kanker Rp 2,11 triliun, stroke Rp 1,62 triliun, gagal ginjal Rp 1,5 triliun dan Thalassamia Rp 298 miliar.

“Penderita penyakit kronis di kita masih sangat tinggi. Untuk biaya (pasien) jantung yang di-cover BPJS saja lebih dari Rp 6 triliun,” jelas Politikus PDI Perjuangan itu.

Nurmansyah minta masyarakat untuk terus membudayakan PHBS. Terlebih di era sekarang, di mana permasalahan kesehatan kian kompleks.

“Sehat di mulai dari diri sendiri. Jangan sampai pola dan gaya hidup kita berujung pada penyakit,” pungkasnya.

(yes/JPC)

Menag Blakblakan soal Anggaran Kartu Nikah, Harganya Cuma Rp 680

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk memproduksi 1 juta kartu nikah pada 2018. Dana tersebut dikucurkan setelah melalui persetujuan dari DPR.

“Anggarannya sudah disetujui oleh DPR oleh Komis VIII. Jadi kalau ada yang mengatakan belum mendapat persetujuan dari DPR, buktikan. Kami punya data-datanya,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

Dia merincikan, sebuah kartu nikah bernilai Rp 680. Dengan demikian, pada tahun ini, Kemenag mengambil dana sebesar Rp 680 juta dari APBN.

Menanggapi perdebatan terkait hal tersebut, Lukman berencana tidak akan lagi mengganggu APBN tahun depan. Melainkan, memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Hal itu mengingat pemerintah tidak akan membebankan biaya sedikit pun untuk mendapatkan kartu nikah.

“Belajar dari masukan berbagai kalangan, baik 2019 kita akan tidak lagi menggunakan uang rakyat, APBN. Kalau dinilai itu menghambur-hamburkan uang rakyat. Dari mana? Kita akan menggunakan PNBP,” tegas dia.

PNBP yang dimaksud, yakni berasal dari biaya administrasi setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Biasanya, satu peristiwa nikah yang dilangsungkan di luar jam kerja dan di luar kantor urusan agama (KUA), dikenakan Rp 600 ribu.

Ke depannya, selain untuk biaya administrasi dan akomodasi penghulu, tarif tersebut akan disisihkan untuk membiayai pengadaan kartu nikah.

“Dari Rp 600 ribu itu sebagian digunakan untuk biaya transportasi penghulu, administrasi, dan lain sebagainya tapi sebagian yang lain itu masuk kas negara sebagai PNBP. Maka dari situlah setiap peristiwa nikah itu akan disisihkan Rp 680,” paparnya.

(yes/JPC)

Kurangi Ketergantungan Obat dari Luar, BPOM Fasilitasi Peneliti Lokal

JawaPos.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sepakat mendorong percepatan pengembangan industri farmasi. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri farmasi, serta alat kesehatan dalam negeri.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) BPOM-Kemenristekdikti yang ditandatangani hari ini.

“Kami melakukan MoU terkait dengan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan (Kemenristekdikti). Nanti kami kembangkan. Output-nya, hasil penelitian tersebut bisa dikomersialisasi, dikembangkan untuk masyarakat,” ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (19/11).

Penny mengatakan, upaya mengakomodir hasil riset peneliti sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) 6/2016. Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

“Salah satu poinnya bekerja sama dalam mengawal pengembangan produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan,” ujar Penny.

“BPOM banyak melakukan pendampingan, fasilitasi. Baik pada saat pre-market yaitu pengembangan, sampai nanti siap untuk diproduksi di industri. Jadi ini adalah langkah pertama yang sangat baik,” lanjutnya.

Penny mengatakan, pihaknya mulai mencanangkan dengan membentuk konsorsium yang dikerjakan lintas sektor.

“Ada Kemenristekdikti, nanti akhirnya adalah Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian. Jadi memang ini membutuhkan kerja sama lintas sektor maka dibentuk forum konsorsium yaitu untuk produk-produk tertentu,” tutur dia.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan, konsorsium menjadi penting untuk membentuk sinergitas antara instansi terkait.

“Sehingga masyarakat tidak lagi bergantung kepada obat dari luar negeri,” jelas dia.

(yes/JPC)

Bendera Tauhid Warna-warni dan Nissa Sabyan Bakal Ramaikan Reuni Akbar

JawaPos.com – Meski aparat kepolisian melarang diselenggarakannya Reuni Akbar Alumni 212, namun berbagai persiapan telah disiapkan oleh panitia yakni Persaudaraan Alumni 212. Reuni akbar itu sendiri rencananya akan dilaksanakan di lapangan silang monas pada 2 Desember 2018.

Juru Bicara Alumni 212, Habib Novel Bamukmin mengatakan, pihaknya berencana akan mengibarkan satu juta bendera bertuliskan kalimat tauhid berwarna-warni pada acara tersebut.

“Isunya kami kibarkan satu juta bendera tauhid berwarna-warni. Peserta tidak terbatas dari suku apapun dan dari negeri manapun,” kata Novel pada diskusi ‘Reuni Akbar Alumni 212 Melacak Motif, Menimbang Implikasi Sosial Politik’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (16/11).

Novel memastikan acara ini tidak bermuatan politis. Dia menjanjikan, gelaran ‘Reuni Akbar Alumni 212’ tidak mendukung kepentingan politik manapun meski bertepatan pada Pemilu 2019.

Meski begitu, dia mengatakan, tidak bisa mencegah jika di dalamnya disusupi agenda politik. “Kami tidak tahu kalau nanti di tengah-tengah acara ada agenda politik,” paparnya.

Tak hanya itu, acara tersebut juga akan diisi oleh grup gambus Nissa Sabyan. “Nanti akan ada salawat-assailant juga dari Nisaa Sabyan, akan ada seninya juga ke depan,” pungkasnya.

(rdw/JPC)

Bangun 50 Desa di 50 Kabupaten dan Kota, KSAD Tutup TMMD ke-103

JawaPos.com Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-103 resmi ditutup hari ini (13/10). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menutup langsung program tersebut di Lapangan Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Selama satu bulan berlangsung, tidak kurang 50 desa di 50 kabupaten dan kota dibangun oleh matra darat.

Menurut Mulyono TMMD ke-103 berlangsung dengan baik, lancar, dan tepat sasaran. “Selama hampir satu bulan sejak kegiatan TMMD ke-103 ini secara resmi dibuka pada 15 Oktober 2018 yang lalu, para prajurit TNI, anggota kepolisian, aparat pemda, serta segenap komponen masyarakat telah bekerja keras,” terang dia. Semua dilakukan agar program itu sukses. Baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

Sepanjang pelaksanaan TMMD ke-103, berlangsung pembangunan infrastruktur pedesaan berupa pembukaan lebih dari 52 kilometer jalan baru. Kemudian peningkatan kualitas badan jalan dengan panjang total mencapai 326 kilometer. “Selain itu, dilaksanakan juga pembangunan dan rehabilitasi puluhan jembatan, rumah ibadah dan sekolah, serta perbaikan rumah-rumah tidak layak huni dan berbagai prasarana sanitasi untuk masyarakat,” jelas KSAD.

Semua itu termasuk pembangunan fisik. Khusus pembangunan non fisik, TMMD ke-130 TNI AD bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan pembangunan berkelanjutan. “Memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada aparat-aparat desa,” ungkap Mulyono. Melalui hal itu, dia berharap besar pengetahuan dan kemampuan pengelolaan dana desa kian meningkat.

Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu menyebut, pembangunan non fisik dalam TMMD ke-103 juga dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, penyuluhan metode bertani, serta penyuluhan beternak modern. Seluruhnya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Juga mengedepankan prinsip gotong royong. Dengan begitu manfaatnya terasa langsung. Karena itu pula, program tersebut tidak akan berhenti. “Terus berlanjut,” imbuhnya.

Khusus di Kutai Kartanegara, TMMD ke-103 dilaksanakan di Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis. Di sana, Satgas TMMD membangun jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Sepanjang lebih dari satu kilometer,” ungkap Mulyono. Itu merupakan jembatan terpanjang yang pernah dibangun lewat program TMMD. Adalah Kodim 0906/Tenggarong yang membawahi langsung pembangunan jembatan tersebut. 

SYN/JPK

Bukan Likuifaksi, Penjelasan Ahli soal Fenomena Tanah Bergerak di KBB

JawaPos.com – Peristiwa tanah bergerak yang terjadi di Desa Puncaksari, Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (8/11), menimbulkan dampak cukup parah. Selain membuat keretakan tanah sepanjang 50 meter, sebanyak 48 rumah rusak, bahkan nyaris ambruk dan longsor.

Fenomena tersebut mengingatkan kepada kejadian likuifaksi yang terjadi bersamaan dengan gempa diserta tsunami di Sulawesi Tengah pada September lalu. Namun, meski kedua bencana itu berasal dari tanah, pengertian tanah bergerak dan likuifaksi berbeda.

“Peristiwa tanah bergerak di Bandung barat adalah fenomena gerakan tanah atau longsor tipe mendatang dan ratapan akibat hujan. Bukan likuifaksi,” ujar Peneliti Madya Bidang Geoteknik Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Adrin Tohari saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/11).

Dia menjelaskan, likuifaksi terjadi umumnya karena guncangan gempa bumi pada lapisan tanah berpasir gembur jenuh air. Sedangkan, peristiwa di Kampung Cihantap disebabkan oleh hujan lebat yang menyebabkan air dalam tanah naik, sehingga memicu gerakan tanah.

“Pemicu gerakan tanah tersebut adalah hujan. Faktor penyebabnya bisa kondisi geologi, kemiringan lereng atau hidrologi lereng,” katanya.

Kemudian, kedua fenomena alam tersebut juga memberikan dampak yang berbeda. Bergeraknya tanah dapat menimbulkan kerusakan bangunan, jalan, serta lahan pertanian.

Sementara itu, selain merusak infrastruktur dan lahan, likuifaksi bisa menenggelamkan tempat tinggal yang berada di atas tanah hingga memakan korban jiwa, seperti di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Gerakan tanah tipe nendatan dan rayapan akibat hujan bisa diamati dan diwaspadai, sehingga korban jiwa bisa dihindari. Kalau likuifaksi, tipe aliran yang di Palu tidak dapt dihindari karena semua tanah bergerak mengalir bersamaan guncangan gempa bumi,” papar Adrin.

(yes/JPC)

Mamasa Kembali Diguncang Gempa 5,2 SR, Dua Orang Pingsan

JawaPos.com – Gempa dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR) kembali mengguncang wilayah Mamasa, Sulawesi Barat pada Rabu (7/11) pukul 16.42 WIB. Pusat gempa terletak di darat, di kedalaman mencapai 11 kilometer pada lokasi 9 kilometer bagian tenggara Mamasa.

“Gempa tidak berpotensi tsunami, terasa kuat sekitar 4-5 detik,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulisnya, Rabu (7/11).

Dia melaporkan, masyarakat yang sebelumnya sudah tinggal di lokasi pengungsian sebanyak 10.646 jiwa merasa panik dan berhamburan keluar ke tanah lapang. “Dilaporkan 2 orang pingsan karena kaget atas kejadian gempa tersebut,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat sudah mengungsi akibat gempa berkekuatan 5,5 SR pada Selasa (6/11) pukul 01.35 WIB. Menurut Sutopo, mereka sudah mengantisipasinya dengan cukup baik, yakni bergegas mencari lapangan. Pasalnya, pusat gempa yang berada di darat itu terasa sangat keras.

“Masyarakat mengantisipasi gempa dengan mengungsi di tanah lapang karena saat gempa dirasakan keras selama 4-5 detik,” tegas dia.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa juga masih melakukan pendataan dampak gempa.

(yes/JPC)

Mayoritas Anak Penghuni Panti Ternyata Punya Keluarga

JawaPos.com – Temuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) cukup mengejutkan. Sebanyak 67 persen anak penghuni panti ternyata memiliki keluarga. Jadi jangan dibayangkan semua anak penghuni panti asuhan adalah mereka yang hidup sebatang kara di dunia ini.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto menuturkan, saat ini jumlah anak yang tinggal di panti asuhan sekitar 500 ribu hingga 600 ribu jiwa. Sementara jumlah panti asuhan di seluruh Indonesia hanya sekitar 7.000.

“Kemensos terus mengupayakan program pengasuhan alternatif,” katanya di kantor Kemensos Senin (5/11).

Dia lantas menjelaskan bahwa anak panti masih memiliki keluarga itu maknanya luas. Ada yang benar-benar memiliki keluarga inti, yakni ayah dan ibu. Atau tinggal ada ibu atau ayahnya saja.

“Bisa juga kedua orangtuanya masih ada, tetapi berpisah karena perceraian. Bahkan bisa juga keluarga yang dimaksud adalah paman, bibi, kakek, atau nenek,” ujar Edi.

Dijelaskan Edi, konsep pengasuhan alternatif adalah mengembalikan anak-anak panti ke keluarganya. Petugas sosial dari Kemensos akan melakukan penelusuran keluarga untuk masing-masing anak penghuni panti asuhan.

Menurut dia pengasuhan di keluarga tetap lebih baik dibandingkan pengasuhan di panti. Dia menjelaskan di panti, sekitar 20 anak hingga 40 anak diasuh oleh satu pengasuh.

“Kondisi ini tidak ideal dalam pola pengasuhan anak. Karena tidak ada kedekatan dalam pengasuhan. Anak dalam pengasuhan butuh sosok sebagai contoh,” terangnya.

Edi menegaskan bahwa pengasuhan anak yang paling berkualitas itu ada di keluarga. Di internasional pun sudah ada gerakan pengurangan pengasuhan anak di lembaga atau panti.
“Upaya paling utama adalah mengembalikan anak ke keluarga. Jika tidak ada, maka diupayakan mencari orang tua asuh,” tegas Edi.

Menurut Edi, Kemensos juga sedang mengkaji pemberian bantuan (allowance) untuk keluarga yang bersedia menerima kembali anak-anak panti. Sehingga dengan adanya uang tersebut, bisa menjamin kehidupan anak setelah keluar dari panti.

“Meskipun pengasuhan dikembalikan ke keluarga, pihak panti tetap bisa memberikan pendampingan pengasuhan dengan mendatangi rumah keluarga anak tersebut,” pungkasnya.

(wan/JPC)

Johan Majabubun, Satu-satunya Penyelam Perempuan di Evakuasi Lion Air

JawaPos.com – Wajah ibu dua anak itu tak tampak lelah meski baru saja seharian turut membantu tim evakuasi korban Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat.

Dia satu-satunya perempuan di antara tujuh penyelam yang baru turun dari kapal SAR Sadewa tadi malam, sekitar pukul 19.00, di Dermaga JICT II. “Aku terbiasa dikelilingi laki-laki. Hobi olahraga ya basket, di tempat kerja banyak laki-lakinya juga,” kata Johan (baca: Yohan), lantas tersenyum.

Selain sebagai anggota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dia menjadi instruktur di Jakarta Offshore Training Center. Itu adalah perusahaan pelatihan keselamatan kerja untuk bidang usaha di lepas pantai.

Meski sudah bertahun-tahun menjadi instruktur, pengalaman dalam rescue mengevakuasi korban kecelakaan pesawat baru kali ini dia ikuti. “Saya sedih melihat kondisi korban dan membayangkan bagaimana perasaan keluarga yang ditinggalkan,” tutur perempuan yang tinggal di Depok, Jawa Barat, itu.

Yang ditemui Johan sepanjang evakuasi adalah serpihan-serpihan tubuh korban. Hampir semuanya tidak utuh lagi. Mulai tangan, dada, hingga daging yang tercecer.

Sering juga dia menemukan usus yang terburai. “Ada juga tulang yang sudah melunak seperti dipresto. Kalau diangkat rapuh,” ungkap Johan.

Dia memang lebih sering berurusan dengan mayat korban daripada puing. Sebab, untuk urusan puing, sudah banyak yang mengambil.

Biasanya temuan serpihan tubuh korban itu dimasukkan ke jaring khusus. Sebelumnya, dia diberi kantong mayat. Tapi, karena malah berat saat diangkat lantaran terisi air, dia bersama timnya berinisiatif untuk menggantinya dengan jaring khusus yang rapat.

Dengan begitu, bila diangkat dari dalam laut, airnya bisa ditiriskan. “Jaringnya mirip tempat bawang merah atau bawah putih itu. Tapi, lebih kuat,” ungkap dia.

Bekerja dengan banyak penyelam, total untuk rescue sesuai data Basarnas ada 154 orang, ternyata tidak cukup mudah. Sebab, tiap penyelam tentu punya kemampuan yang berbeda-beda.

Johan yang punya sertifikasi A3 dari POSSI kerap mendapati penyelam yang kurang punya kemampuan atau daya apung di atas dasar laut yang berlumpur. “Ngepak lumpur jadi naik sehingga ganggu teman belakangnya,” imbuhnya.

Hampir tiap hari pasukan penyelam dari POSSI berangkat pagi dan kembali malam. Ada pula yang sampai menginap di laut. Sementara itu, Johan memilih untuk pulang karena ada dua anaknya yang menunggu serta delapan anjing miliknya.

“Anak-anak sih sudah percaya saja. Saat pamitan, mereka biasa saja,” ujar ibunda Jason, 20, dan Fiona, 14, tersebut.

Dua anak Johan juga mengikuti jejaknya sebagai penyelam. Johan mengatakan suka selam sejak dulu. Alasannya sederhana. Dia suka bermain air.

Bukan karena sekadar suka dengan indahnya karang dan pasir lautan. “Aku lebih mensyukuri hebatnya Tuhan. Sampai bikin manusia yang tak punya insang, tapi bernapas di dalam air,” tutur dia.

Ketua Dewan Instruktur PB POSSI Hanny Tambuwun mengungkapkan, Johan memang satu-satunya penyelam perempuan mereka yang turun dalam evakuasi korban Lion Air itu. Total ada 40 penyelam yang bergantian untuk turut membantu penyelaman dan menemukan korban. “POSSI turun dalam berbagai musibah, selalu ada anggotanya yang terlibat. Baik perorangan maupun di tim lain ada kelompok yang adakan,” kata Hanny di posko POSSI.

Dia menuturkan, para anggotanya yang ikut dalam evakuasi itu rata-rata sudah punya kemampuan khusus dalam rescue. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai pensiunan pasukan khusus hingga pelatih pendidikan selam. Termasuk fotografer bawah laut. “Begitu ada pengumuman singkat di grup WA (WhatsApp), teman-teman langsung antusias untuk ikut,” imbuhnya. 

(jun/c7/ttg)

Dengar Lion Air JT 610 Kecelakaan, Laura Lazarus Ikut Trauma dan Sedih

JawaPos.com – Sampai saat ini, Laura Lazarus, mantan pramugari Lion Air masih trauma dengan kecelakaan pesawat. Begitu dia mendengar pesawat Lion Air JT 610 kecelakaan di Karawang, Jawa Barat, tubuhnya langsung gemetar dan merinding. Pikirannya melayang langsung kilas balik ke masa kelam tahun 2004, saat dia lolos 2 kali dari maut bersama Lion Air.

Laura memahami kondisi itu tak mudah dan sangat berat bagi semua keluarga korban. Ketika kecelakaan di Solo tahun 2004 terjadi, Laura pun tak bisa menolong para penumpang. Dia hanya mendengar jeritan. Dia pun terpental bersama kursi yang didudukinya dengan sabuk pengaman masih terpasang.

“Terus terang saat mendengar kecelakaan Lion Air kemarin sedih dan masih trauma. Saya dengar Lion Air hilang kontak, saya meriang, merinding, dan gemetar. Insiden itu tentu tak mudah bagi keluarga korban,” kata Laura saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (2/11).

Laura merasakan air mata pasti mengalir deras di tahap-tahap awal pasca kecelakaan. Namun dia berharap semua keluarga korban untuk tetap tegar dan bisa bangkit. Setidaknya itu yang Laura lakukan usai kecelakaan yang dialaminya di tahun 2004.

“Saya ingin tunjukkan kepada semua keluarga saat itu bahwa saya bisa bangkit. Tentu itu tak mudah,” tegasnya.

Sejak tahun 2002, kurang lebih ada belasan catatan kecelakaan pesawat Lion Air. Dari mulai keluar landasan, tergelincir, hingga jatuh di perairan. Laura berharap, perusahaan maskapai Lion Air bisa terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem manajemen dari semua insiden yang sudah terjadi.

“Lion Air seharusnya bisa jauh lebih baik. Saya yakin setiap perusahaan pasti ada evaluasi,” katanya.

Laura berpesan kepada keluarga korban Lion Air JT 610 bahwa Tuhan Maha Baik. Dia mencontohkan saat ini dirinya bisa bangkit dengan memiliki perusahaan penerbitan Growing Publishing dan menjadi motivator.

“Itu semua bagian dari pemulihan atas semua yang saya alami 14 tahun lalu,” ungkap Laura.

(ika/JPC)

Jamu Said Aqil, Haedar Hidangkan Nasi Arab yang Sudah Dinusantarakan

JawaPos.com – Nasi liwet Solo dan nasi Arab jadi menu utama yang mengawali pertemuan di kantor PP Muhammadiyah tadi malam (31/10). Saat rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) yang dipimpin Said Aqil Siroj berkunjung.

“Nasi Arab yang sudah dinusantarakan,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir seusai makan malam yang disambut tawa Said dan semua yang hadir.

Haedar menyatakan, pertemuan itu merupakan kunjungan balasan. Sebab, Mei lalu dia bersama rombongan PP Muhammadiyah berkunjung ke kantor PB NU. Jadi, kata Haedar, pertemuan sudah diagendakan jauh hari sebelum terjadi insiden pembakaran bendera di Garut.

Menurut Haedar, persoalan bendera sempat disinggung dalam pertemuan. Tapi, pihaknya sudah berkomitmen menyerahkan masalah tersebut kepada penegak hukum.

Said datang bersama Sekjen PB NU Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dan sejumlah pengurus lain. Sedangkan Haedar didampingi Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti serta beberapa pengurus lain.

Menurut Said, NU dan Muhammadiyah berkewajiban menjaga ukhuwah islamiyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan).

Kedua pihak tadi malam bergantian membacakan pernyataan bersama yang berisi empat komitmen. Sekjen PB NU Helmy Faishal Zaini membacakan dua poin pertama, sedangkan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti membacakan dua poin terakhir.

Pertama, berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan NKRI yang berdasar Pancasila. Kedua, mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme politik kenegaraan.

Ketiga, meningkatkan komunikasi dan kerja sama yang konstruktif. Dan keempat, pada tahun politik, semua pihak berkomitmen mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan. 

(lum/c9/ttg)

Pesan Terakhir Jannatun Cintya Dewi Sebelum Jatuhnya Lion Air JT 610

JawaPos.com – Penyerahan jenazah Jannatun dilakukan kemarin malam. Ayah Jannatun, Bambang Supriyadi, menerima langsung dokumen serah terima itu. Dengan terisak, dia menerima amplop merah yang diserahkan tim Lion Air dan DVI Polri. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkannya. Dia langsung menuju kamar jenazah untuk melihat jenazah sang putri.

Tim DVI Brigjen Sumirat Dwiyanto mengatakan bahwa jenazah akan diterbangkan ke Sidoarjo hari ini.

Dikenal Ceria dan Cerdas

Pesan Terakhir Jannatun Cintya Dewi Sebelum Jatuhnya Lion Air JT 610Peti jenazah Jannatun Cintya Dewi saat dibawa tim DVI RS Polri, Jakarta, Rabu malam (31/10). (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Jona -sapaan Jannatun lainnya- lebih dari setahun terakhir tinggal di Jakarta. Putri pasangan Bambang Supriyadi dan Surtiyem itu bekerja sebagai staf di Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).

Kediaman keluarga perempuan yang masih lajang itu kemarin dipenuhi karangan bunga dukacita. “Bapak sama ibu sekarang di Jakarta,” ujar Nadzir Ahmad Firdaus, adik kandung Cintya.

Nadzir menjelaskan, keluarganya kali pertama mendapat kabar kecelakaan itu beberapa jam setelah pesawat dikabarkan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Ayah dan ibunya pun langsung bergegas ke Jakarta untuk mencari kepastian.

“Kaget, shock, lemas, jadi satu,” ucapnya lirih.

Cintya, kata Nadzir, ke Pangkalpinang untuk melaksanakan tugas kantor. Sehari-hari, lanjut dia, kakak sulungnya tersebut dikenal periang dan cerdas.

Cintya bahkan mampu menyelesaikan pendidikan jenjang SMA dalam waktu dua tahun. “Dulu sekolahnya di SMAN 1 Sidoarjo,” jelas Nadzir yang kini kelas XII di sekolah yang sama itu.

Selain Cintya, korban jatuhnya Lion Air yang dari Sidoarjo adalah Moejiono. Dia tercatat sebagai warga Ngingas, Waru.

Nadzir melanjutkan, selepas SMA, kakaknya melanjutkan pendidikan di Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Cintya kemudian bekerja di Jakarta setelah lulus dari ITS pada 2015. Pekerjaan pertamanya di salah satu bank swasta.

“Di sela-sela bekerja, daftar di kementerian (ESDM), ternyata diterima,” kenangnya.

Cintya, tutur sang adik, rutin pulang ketika libur panjang. Bahkan, tidak jarang, pada akhir pekan, ketika pekerjaannya tidak sedang menumpuk, dia juga menyempatkan mudik.

Tiap kali mudik ke Sidoarjo, Cintya lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Entah untuk menonton televisi atau membaca buku. Hanya sesekali, kata Nadzir, kakaknya itu main.

Dalam percakapan terakhir mereka melalui aplikasi WhatsApp, Cintya berpesan kepada sang adik agar rajin belajar. Biar bisa, kata Nadzir mengutip sang kakak, pintar dan bekerja di pemerintahan. Berbakti kepada negara.

“Malam sebelum kejadian Mbak Cintya sempat kirim-kiriman pesan dengan orang tua, tidak ada yang janggal. Biasa semua,” katanya sembari menyeka air mata yang mulai berlinang di pipi.

(idr/lyn/edi/far/lyn/wan/c10/c9/ttg/agm)

Haska Pergi Berbekal Tamat Satu Juz Alquran

JawaPso.com – Tri Haska Hafidzi menyentuh layar telepon genggam dengan ujung jari jempolnya. Dia baru saja melaporkan kewajibannya pada pukul 05.46. Entah di ruang tunggu terminal Bandara Soekarno-Hatta atau di dalam kabin pesawat Lion Air JT 610, dia memberi tanda centang hijau pada daftar yang tersedia.

Itu berarti, sebagai anggota grup WhatsApp (WA) DJP Bertilawah P2humas, Haska sudah menyelesaikan tugasnya membaca satu juz Alquran dalam sepekan.

Anggota grup tersebut adalah para pegawai Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2humas) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berkomitmen menyelesaikan membaca Alquran “One Week One Juz”. Grup tersebut dibentuk pada 2017 saat gerakan ”Pajak Bertilawah” kali pertama diluncurkan.

Haska Pergi Berbekal Tamat Satu Juz AlquranInfografis proses evakuasi bangkai Lion Air JT 610 (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Haska adalah satu di antara 189 penumpang Lion Air JT 610 yang take off pukul 06.20 dan jatuh di perairan Tanjung Karawang pukul 06.31 (29/10). Di WA-nya, Haska terlihat terakhir online pukul 05.56.

Seperti biasa, setiap Senin subuh, Haska menjalani ritual mingguannya. Jumat malam pulang ke Jakarta karena istri dan dua anaknya tinggal di sana. Minggu malam atau Senin pagi dia terbang lagi menuju Pangkalpinang sebagai pemeriksa pajak di Kantor Pelayanan Pajak (Pratama) Pangkalpinang.

Pada hari itu, Haska menjadi satu di antara tujuh pegawai KPP Pratama Pangkalpinang yang memiliki jadwal yang sama untuk terbang, selain lima pegawai lainnya dari KPP Pratama Bangka. Secara keseluruhan, DJP kehilangan 12 pegawai terbaik.

Jejak Diskusi

Sebelum dipromosikan ke Pangkalpinang pada Juli 2017, Haska menjadi pelaksana di Direktorat P2humas DJP. ”Terlalu banyak hal baik tentang Haska untuk diceritakan,” kata Septiana Asti Buana Pratiwi.

Septi merupakan teman Haska di Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan Direktorat P2humas. Dia ikut mendapat promosi pada periode yang sama dengan Haska. Menurut Septi, teman-teman di Direktorat P2humas yang mengenalnya juga sepakat bahwa Haska adalah pribadi yang ringan tangan, kreatif, serta pembelajar yang baik.

Tetapi, kata dia, ada yang berbeda minggu lalu, tepatnya 24 Oktober 2018. Haska membuka bahasan di grup untuk mengajak belajar Apiseta, aplikasi yang memudahkan pemeriksa dalam menyusun kertas kerja pemeriksaan. Haska mengajarkan tutorial langkah demi langkah kepada anggota grup.

Bahkan, Haska sampai mengundang Yusni, inisiator aplikasi tersebut, ke dalam grup mereka untuk ikut membantu. ”Grup yang biasanya penuh guyonan receh hari itu jadi penuh diskusi bernas,” ungkap Septi.

Dia mengingat kalimat Haska yang terus terngiang sampai saat ini. Yakni, ketika Haska memperkenalkan Yusni di grup percakapan itu. ”Pak Yusni, mungkin sedikit Pak yang aktif malam ini. Tapi, insya Allah akan bermanfaat buat yang lain karena jejak diskusinya akan selalu tertinggal di grup ini,” katanya.

Buku Puisi

Purnama Luki Cidayanti berpendapat sama tentang Haska. Menurut dia, Haska merupakan orang yang mudah bergaul, beradaptasi dengan cepat di tempat baru, pintar, dan kreatif. ”Haska adalah seorang pembelajar cepat. Semua hal baru bisa dipelajarinya tanpa kesulitan,” ujar Luki.

Tentang kekreatifannya itu, Haska memang tergabung dalam sebuah grup percakapan bernama Grup Otak Kanan DJP. Grup tersebut mengumpulkan pegawai-pegawai DJP dari seluruh Nusantara yang mampu berkreasi dan memproduksi konten-konten kehumasan DJP seperti infografis, foto, dan video.

Di mata Luki, Haska memiliki wawasan luas. Hal itu terlihat dari kecintaannya membaca dan mempelajari sesuatu, entah dari buku, video, artikel di koran, atau website. ”Membaca statusnya di media sosial atau melihat foto-foto yang diambilnya selalu penuh makna,” ungkap Luki.

Pernah suatu saat Luki mendatangi meja Haska. Di sana, dia melihat buku puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan Bulan Juni. ”Bahkan, menurutku, Haska adalah orang yang puitis dan berjiwa seni,” katanya.

Haska tak segan-segan berbagi ilmu dan bermacam hal kepada teman-temannya. Jika diajak berdiskusi atau ditanya tentang sesuatu, dia akan memberikan lebih. ”Dia memberi materi dengan membagi link-link terkait atau video-video tutorial yang dapat membantuku,” kenang Luki.

Waktu ada pengumuman promosi sebagai fungsional pemeriksa pajak di Pangkalpinang, Haska sempat bilang, ”Alhamdulillah ya Mbak, aku di Pangkalpinang, tak jauh dari Jakarta. Aku bisa pulang tiap minggu menengok anak-anak. Tiket pesawat juga murah.”

Air mata Luki menetes ketika mendengar kabar jatuhnya pesawat itu. Luki yang sekarang menjadi kepala Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal KPP Pratama Tarakan, Kaltara, bisa ikut merasakan bagaimana perjuangan Haska yang rela terpisah dari keluarga karena pekerjaan.

Haska menjadi bagian dari ribuan pegawai DJP yang bertugas di tempat jauh. Mereka menyemai, memelihara, memupuk rindu, dan memanennya pada saat mereka kembali kepada keluarga. ”Hanya doa yang bisa kupanjatkan untukmu, Haska. Semoga segala amalanmu diterima Allah dan engkau diberi tempat yang terbaik di sisi-Nya,” ucap Luki.

Allah akan menerima amalannya, insya Allah. Seperti amalan bacaan satu juz Alquran Haska yang sempat dilaporkan kepada teman-teman segrupnya. Kami menjadi saksimu, wahai orang baik. 

*) Kasi Pengelolaan Situs Direktorat P2 Humas Ditjen Pajak Kemenkeu

(*/c5/oni)

Dokter Penerbangan Ikut Tim Investigasi Kecelakaan Pesawat Lion

JawaPos.com – Penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Karawang, Jawa Barat masih dalam tahap investigasi. Para dokter penerbangan yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan (Perdospi) ikut sebagai investigator bersama KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).

“Bahwa saat ini ada 3 investigator kecelakaan pesawat terbang di KNKT yang merupakan anggota Perdospi,” ujar Ketua Umum Perdospi 2018-2021 Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS , SpKP dalam keterangan tertulis, Senin (29/10).

Adapun ketiga dokter tersebut adalah dr Hidayat, SpB, SpKP (aktif), dr Djunadi, MS, SpKP (aktif), dan dr Herman Muljadi, MS, SpKP. Dengan demikian, Perdospi telah mengerahkan SDM untuk menyelidiki kejadian-kejadian kecelakaan pesawat udara, termasuk kecelakaan Lion Air ini.

Ketiga para anggota Perdospi yang berada di KNKT tersebut sudah diminta siaga oleh KNKT jika sewaktu-waktu harus diberangkatkan ke lokasi kecelakaan untuk menjadi investigator di bidang Human Factor.

“Perdospi concern terhadap upaya meminimalisir kecelakaan pesawat dari sisi human factor dengan melakukan pemantauan kesehatan para pilot oleh anggota Perdospi baik di Balai Hatpen, sebagai Designated Aviation Medical Examiner (DAME), maupun di KKP, bandara, dan maskapai penerbangan,” ungkapnya.

Pihaknya merekomendasikan agar setiap maskapai penerbangan memiliki SDM Kedokteran Penerbangan (SpKP). Hal itu guna meminimalisir human error dalam kecelakaan penerbangan.

Perdospi merupakan organisasi profesi para spesialis Kedokteran Penerbangan dibawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang sudah berdiri sejak awal tahun 90-an. Saat ini Perdospi beranggotakan hampir 100 anggota terdiri sekitar 40 orang dokter konsultan yang menjadi staf pengajar pendidikan dokter spesialis dari berbagai institusi dan 54 dokter spesialis kedokteran penerbangan lulusan pendidikan dokter spesialis kedokteran penerbangan (SpKP).

Pendidikan dokter SpKP sudah berlangsung sejak tahun 2010 di FK UI yang menjadi satu-satunya universitas dengan Fakultas Kedokteran yang menyediakan jurusan pendidikan spesialis kedokteran penerbangan.

(ika/JPC)

Perawat Kesehatan Jiwa Terjun ke Lokasi Gempa Pulihkan Korban Trauma

JawaPos.com – Tak hanya rombongan dokter dan relawan, semua pihak termasuk perawat dan tenaga kesehatan lainnya ikut tergerak membantu para korban gempa di Palu dan Donggala. Para korban tentu mengalami trauma atas segala musibah yang menimpa mereka dan membutuhkan pemulihan pasca bencana.

Tim Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) peduli yang dimotori oleh Pakar Keperawatan Kesehatan Jiwa, Prof Budi Ana Keliat, bersama dengan tim Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) terjun ke Palu untuk memberi dukungan psikososial kepada para korban terdampak gempa. FIK UI sendiri dalam aksi kali ini merupakan aksi yang kedua, setelah sebelumnya telah memberangkatkan relawan dalam fase emergency.

“Kegiatan FIK UI Peduli ini merupakan salah satu aksi kepedulian UI Peduli untuk menjawab dan merespon bencana alam yang menimpa saudara kita di Palu,” kata Prof Budi kepada JawaPos.com, Minggu (28/10).

Berbeda dari aksi sebelumnya, FIK UI peduli kali ini mengusung pentingnya upaya meningkatkan kesehatan jiwa dan psikososial masyarakat Palu, mengingat para pengungsi sudah memasuki 30 hari pascagempa. Tidak dipungkiri, menginjak hitungan bulan, para korban terdampak yang berhasil selamat akan mengalami perubahan psikologis, sosial, dan bahkan fisik. Hal tersebut diperparah dengan adanya proses kehilangan sanak saudara akibat bencana tersebut.

“Saya menekankan kepada para relawan yang terlibat dalam kegiatan ini untuk selalu menyuarakan jargon ‘boleh tinggal pengungsian, asal tetap sehat’. Permasalahan psikososial sangat mungkin dialami oleh para penyintas. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu bentuk kegiatan yang bersifat sederhana dan bisa dilakukan kapan pun oleh penyintas, aktivitas inilah yang kami ajarkan kepada mereka,”papar Prof Budi.

Selama 2 hari memberikan aktivitas yang terangkung dalam Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS), Tim FIK UI peduli yang terdiri atas 4 personil berhasil menjangkau beberapa titik pengungsian, yaitu Petobo, Biromaru, Panao, Balaroa, Kalongga, yang tersebar di 3 wilayah terdampak (Palu, Kab. Sigi, dan Kab. Donggala). Tercatat sebanyak 378 warga korban terdampak bencana lintas usia turut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh FIK UI Peduli.

Dalam pelaksanaannya, tim FIK UI Peduli bersama IPKJI mengajak relawan lokal yang berasal dari IPKJI Sulawesi Tengah, perawat jiwa RSU Madani, dan mahasiswa keperawatan Poltekkes Palu untuk bersama memberikan DKJPS kepada para penyintas. Setidaknya terdapat 25 orang relawan terbagi dalam 5 tim yang terlibat dalam dua hari tersebut dan berkomitmen untuk terus melanjutkan DKJPS di waktu ke depan.

Kegiatan Pemulihan Trauma

Kegiatan DKJPS sendiri terbagi dalam dua pola kegiatan, yaitu pada pola pertama semua peserta (para warga di pengungsian) akan dikumpulkan bersama untuk menyimak beberapa terapi aktivitas dari narasumber dilanjutkan terapi aktivitas berdasarkan kelompok usia. Dalam terapi aktivitas kelompok besar, penyintas diajarkan beberapa teknik yang bertujuan untuk mengurangi tekanan stress, baik fisik, psikis, sosial, maupun spiritual.

“Senang sekali kami ikut kegiatan ini, karena kami (orang dewasa) diperlakukan layaknya orang dewasa, tidaklah disuruh main permainan anak-anak,” tutup salah satu peserta dewasa.

(ika/JPC)

Walau Sudah Ditalangi Pemerintah, BPJS Masih Saja Merugi Rp 11,6 T

JawaPos.com – Kucuran dana talangan alias bailout untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp 4,9 triliun ternyata belum menyelesaikan persoalan defisit. Keuangan BPJS Kesehatan saat ini masih mengalami defisit Rp 11,6 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf menyatakan, ada dua versi proyeksi defisit BPJS Kesehatan. Pertama, versi perhitungan BPJS Kesehatan sendiri sebesar Rp 16,5 triliun.

Defisit itu berasal dari defisit Rp 4,4 triliun pada periode 2017 dan Rp 12,1 triliun pada periode 2018. Versi kedua adalah defisit hasil review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yakni Rp 10,8 triliun.

Iqbal menyatakan, kucuran dana talangan Rp 4,9 triliun dari pemerintah beberapa waktu lalu sudah habis. “Sudah 100 persen (untuk melunasi utang RS, Red),” katanya kemarin (26/10).

Dia juga mengakui, sejak BPJS Kesehatan didirikan pada 2014, keuangannya selalu defisit. Sebab, iuran yang terkumpul tidak cukup untuk membayar tagihan klaim RS.

Meski begitu, tagihan yang belum dibayarkan ke RS tersebut tidak mengganggu pelayanan peserta BPJS Kesehatan. Sebab, ketika teken kerja sama dengan BPJS Kesehatan, pihak RS sudah memahami sejumlah klausul. Di antaranya, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan BPJS Kesehatan adalah program negara dan sepenuhnya dijamin pemerintah.

BPJS Kesehatan juga membuka skema kerja sama antara RS dan perbankan melalui sistem supply chain financing (SCF). Melalui skema itu, pihak bank diperbolehkan memberikan suntikan dana talangan kepada RS. Suntikan dana itu digunakan untuk menutup sementara utang pembayaran dari BPJS Kesehatan.

Namun, pada praktiknya, belum banyak RS yang menggunakan fasilitas SCF tersebut. ”Saya belum tahu kondisi terakhir. Masih di bawah 100-an RS,” katanya.

Mengenai wacana subsidi dari pemerintah, Iqbal menyatakan informasinya belum komplet. ”Kami belum tahu berapa dana yang mau diberikan dan berapa dana yang tersedia di Kemenkeu,” ungkapnya. Menurut dia, dua hal itu harus jelas lebih dahulu.

Pada prinsipnya, BPJS Kesehatan menyambut baik rencana suntikan subsidi tersebut. Itu menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan suntikan dana kembali. Dia menyatakan, opsi suntikan dana dari pemerintah bukan hal baru. Itu sudah terjadi pada 24 September lalu sebesar Rp 4,9 triliun.

Mengenai masih adanya defisit Rp 11,6 triliun di BPJS Kesehatan, pemerintah tentu menunggu nominal pastinya. Menurut Iqbal, angka pasti atau absolut defisit 2018 baru muncul akhir tahun nanti.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Sigit Priohutomo mengungkapkan, bakal ada aplikasi atau dashboard untuk melihat keuangan BPJS Kesehatan. Aplikasi tersebut hanya bisa diakses pimpinan instansi terkait. Melalui aplikasi itu, pergerakan keuangan BPJS Kesehatan bisa dipantau. Berapa uang yang masuk dari iuran peserta. Kemudian, berapa pula uang yang keluar untuk membayar tagihan ke RS.

Dengan demikian, dari arus keuangan itu, bisa dipantau berapa sebenarnya defisit yang dialami BPJS Kesehatan. Jadi, tidak perlu melibatkan pihak luar seperti BPKP. 

(wan/rin/c5/oni)

Selamatkan BPJS yang belum Sehat, Presiden Isyaratkan Beri Subsidi

JawaPos.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum mampu berdiri di atas kaki sendiri. Empat tahun sejak didirikan, BPJS Kesehatan masih saja membutuhkan bantuan pemerintah untuk menutupi defisit keuangan.

Masalah tersebut disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Muktamar XXX Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kemarin (25/10). Jokowi juga mengisyaratkan akan menyetujui pemberian subsidi untuk BPJS Kesehatan. Isyarat itu Jokowi tunjukkan saat menjawab “tantangan” Ketua Umum IDI Ilham Oetama Marsis.

“Saya pikir, di benak Presiden sudah ada solusinya (untuk mengatasi defisit, Red). Tapi, Bapak belum mengemukakan. Nah, kami ingin mendengarnya di sini,” kata Ilham, disambut dengan antusias oleh anggotanya.

Selamatkan BPJS yang belum Sehat, Presiden Isyaratkan Beri SubsidiIlustrasi: Presiden Jokowi memberi isyarakat akan memberi subsidi untuk BPJS Kesehatan yang kerap merugi. (Idham Ama/Fajar/Jawa Pos Group)

Di atas podium, presiden mengatakan sudah belajar banyak mengenai persoalan BPJS Kesehatan. Dia juga mengklaim berpengalaman menyelesaikan persoalan jaminan kesehatan sejak menjadi wali kota Solo, lalu dilanjutkan ketika terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta. “BPJS ini sudah empat tahun. Perhitungan saya semula dua tahun (sudah mandiri, Red), ini sudah empat tahun,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana tantangan IDI? Awalnya, presiden tidak ingin menjawab di forum karena khawatir menimbulkan polemik. Dia lebih suka berbicara di forum internal bersama Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris dan Ketua IDI Ilham Oetama Marsis. Namun, di akhir kalimat, Jokowi justru memberikan sinyal bahwa negara punya kemampuan untuk menutupi defisit. Menurut dia, subsidi energi yang ratusan triliun rupiah saja pernah diberikan.

“Kita ingat bahwa yang namanya subsidi BBM (bahan bakar minyak, Red), subsidi energi, itu pernah mencapai yang namanya angka Rp 340 triliun. Ini untuk kesehatan kok, masak nggak diberikan? Ya, kira-kira jawabannya kurang lebih itu,” kata presiden.

Saat ditemui setelah acara, Jokowi mengatakan akan mencari opsi untuk menyelesaikan persoalan BPJS Kesehatan. Sinyal pemberian subsidi semakin kuat saat Jokowi menyatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah mempelajari pendanaan yang bisa digunakan untuk BPJS Kesehatan.

“Menteri keuangan juga baru melihat pendanaan yang bisa digunakan untuk BPJS. Yang paling penting selalu saya pesan kepada BPJS, jangan sampai pelayanan kepada masyarakat jadi buruk,” tutur dia.

Opsi lain yang didorong adalah memaksa BPJS Kesehatan untuk menyelesaikan persoalan tunggakan iuran. Sebab, berdasar informasi yang didapatkan, untuk peserta kategori penerima bantuan iuran (PBI) seperti anggota TNI-Polri dan PNS, dana yang dikelola justru tersisa. “Seingat saya malah sisa tiga sampai empat triliun (rupiah, Red),” imbuhnya.

Sedangkan untuk non-PBI, dia mengakui adanya tunggakan yang cukup besar. Karena itu, Jokowi berharap manajemen BPJS Kesehatan bisa melakukan penagihan dengan lebih gencar. “Di sini ada tagihan yang belum tertagih. Ini harus digencarkan. Ini yang harus ditagih,” tegas dia.

Jokowi juga menuntut para dokter dan rumah sakit untuk mencari cara pencegahan penyakit. Sebab, berdasar data yang dia terima, tagihan untuk penyakit katastropik sangat besar. Pada 2017 klaim kasus penyakit jantung mencapai Rp 9,25 triliun; pengobatan kanker lebih dari Rp 3 triliun; klaim gagal ginjal Rp 2,22 triliun; dan klaim stroke Rp 2,21 triliun.

Untuk tagihan penyakit nonkatastropik, beberapa di antaranya juga cukup besar. Misalnya, klaim operasi katarak Rp 2,65 triliun dan layanan rehabilitasi medik untuk fisioterapi hampir Rp 1 triliun. “Betapa angka-angka ini harus kita cermati betul bagaimana menyelesaikan dan bagaimana mengatasi,” tuturnya.

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) merespons rencana Jokowi memberikan subsidi untuk BPJS Kesehatan. “Itu (pemberian subsidi, Red) bagus,” kata Ketua DJSN Sigit Priohutomo di kompleks DPR kemarin.

Sigit menyatakan, perlu ada penerapan sistem baru pada BPJS Kesehatan. Sistem baru itu terkait dengan pembayaran tagihan kepada RS. Dia menjelaskan, BPJS Kesehatan seharusnya memiliki dana yang bersifat siap pakai atau likuid. Dana itu siap dikucurkan ketika ada RS yang mengajukan klaim biaya layanan.

Dengan dana yang mudah dicairkan tersebut, BPJS Kesehatan tidak perlu menunggu adanya tunggakan utang yang besar di RS. Beberapa waktu terakhir, misalnya, defisit BPJS Kesehatan dinilai kronis sebelum akhirnya mendapatkan suntikan dari pemerintah. “Jika kurang, utang dulu, kemudian ditalangi, digantikan, atau sejenisnya, RS sudah bleeding (berkorban, Red) dulu.”

Lantas, berapakah besaran dana siap pakai atau likuid itu? Sigit mengatakan, saat ini rata-rata klaim yang dibayar BPJS Kesehatan kepada RS sebesar Rp 7,5 triliun per bulan. Karena itu, dana likuid yang tersedia di kantong siap pakai BPJS Kesehatan bisa sekitar Rp 3,75 triliun.

Menurut dia, upaya menutup atau menalangi defisit BPJS Kesehatan masih menimbulkan masalah. Meskipun beberapa waktu lalu pemerintah sudah menutup defisit BPJS Kesehatan, kenyataannya masih kurang. Sebab, suntikan dana dari pemerintah masih berada di bawah defisit riil BPJS Kesehatan.

“Kalau kekurangan uang (defisit, Red), bisa diganti. Tetapi, kekurangan pelayanan kepada pasien ini bencana,” katanya.

Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan belum bisa menanggapi lebih jauh rencana subsidi tersebut. “Kan belum lengkap informasinya seperti apa,” ucap Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf.

Ketua Komisi IX DPR (yang membidangi kesehatan) Dede Yusuf menuturkan, subsidi untuk BPJS Kesehatan merupakan program positif. Namun, dia mengatakan, skema subsidi itu tetap punya aturan main. Dede menceritakan, sebelumnya subsidi BBM dicabut untuk dialihkan sebagai dana pembangunan infrastruktur.

“Mau dari mana pun dana (subsidi, Red), untuk kesejahteraan sosial, negara Indonesia masih tertinggal di antara negara-negara ASEAN lainnya,” katanya. Karena itu, dia menegaskan, apa pun kebijakan yang diambil pemerintah, urusan kesejahteraan sosial harus menjadi prioritas. Apalagi, sampai saat ini Indonesia belum menjadi negara makmur. Karena itu, program jaring pengaman sosial masih dirasa penting.

Dede berharap anggaran PBI BPJS Kesehatan bisa dikeluarkan dari postur anggaran kesehatan. Saat ini anggaran PBI sekitar Rp 26 triliun. Sementara itu, total anggaran kesehatan mencapai Rp 111 triliun. Dengan demikian, anggaran kesehatan fokus digunakan untuk program preventif dan kuratif. 

(far/wan/jun/c11/oni)

Gudang Logistik Nasional Dipindahkan Ke Kalimantan, Ini Alasannya

JawaPos.com – Kementerian Sosial (Kemensos) berencana memindahkan gudang-gudang stok logistik yang disiapkan untuk bantuan sosial ke daerah-daerah yang masuk kategori aman dari bencana alam. Salah satunya, provinsi-provinsi yang ada di Pulau Kalimantan.

“Berbagai penelitian, disampaikan bahwa seluruh (provinsi) Pulau Kalimantan itu aman terhadap bencana. Jadi kalau misalnya nanti gudang-gudang kami direlokasi ke sana saya kira itu suatu hal yang sangat wajar,” ujar Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita saat menggelar konferensi pers di kantor Kemensos, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

Menurutnya, ada beberapa kota lain yang aman, namun jumlahnya tidak lebih banyak daripada daerah yang rentan bencana.

“Ada kota-kota lain yang dianggap penelitian-penelitian menjadi daerah yang aman, tapi mohon maaf saya sampaikan tidak banyak. Jadi pilihan kita tidak banyak, karena memang fakta dari penelitian menyatakan hampir sebagian besar wilayah Indoensia itu rentan bencana,” tuturnya.

Oleh karena itu, salah satu PR dari Kemensos adalah melakukan kajian-kajian dan mengevaluasi kembali terhadap letak atau penempatan-penempatan gudang-gudang stok logistik. Dia menegaskan, tidak boleh ada lagi gudang yang tempatkan di daerah-daerah yang secara penelitian sudah dianggap bahaya.

“Kita harus merelokasi gudang-gudang tersebut. Kalau nanti bencana itu datang, kita harus siap,” seru dia.

Agus mengatakan, jika dilihat secara geografis, Indonesia terletak dalam garis cincin api yang mengartikan bahwa bencana bisa datang kapan saja. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyatakan mayoritas titik-titik Indonesia rentan bencana.

“Kita semua tahu bahwa Indonesia suka atau tidak suka letak secara geografis berada di garis cincin api. Sehingga sekarang kita itu harus waspada, dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan kita terhadap bencana itu,” paparnya.

Lebih lanjut, dirinya memastikan, selain melihat keamanan daerah, pemindahan gudang stok juga memperhatikan letak strategis suatu wilayah. “Di tempat atau kota yang mempunyai akses (yang mudah dijangkau) dari laut maupun airport-airport (jalur udara) sehingga kita siap jika bencana terjadi,” pungkas Agus.

(yes/JPC)

Akhirnya MA Batalkan Aturan Baru BPJS Kesehatan

JawaPos.com – BPJS Kesehatan sudah tidak bisa menghindar lagi terkait desakan pembatalan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) Nomor 2, 3, dan 5 Tahun 2018. Mahkamah Agung (MA) akhirnya membatalkan peraturan tersebut.

Tiga peraturan itu sebelumnya menuai polemik. Sebab, ketiganya berkaitan dengan pembatasan atau pengaturan tiga layanan pasien BPJS Kesehatan. Yakni, layanan operasi mata pasien katarak, bayi baru lahir dalam kondisi sehat, dan rehabilitasi medis.

Putusan MA membatalkan tiga peraturan BPJS Kesehatan itu merupakan hasil gugatan yang diajukan Sekretaris Umum Persatuan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) Patrianif. Dia mengatakan, dengan keluarnya putusan MA tersebut, BPJS Kesehatan sudah tidak memiliki dasar hukum untuk menerapkan tiga peraturan itu.

Akhirnya MA Batalkan Aturan Baru BPJS KesehatanTiga layanan yang dicabut BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu dibatalkan oleh MA. (Tawakkal Basri/Fajar/Jawa Pos Group)

Menteri Kesehatan Nila Moeloek belum bisa berkomentar banyak terkait keluarnya putusan MA itu. “Memang saya dengar (ada putusan MA, Red), tetapi belum dapat informasi resmi,” ujarnya kemarin (23/10). Pada prinsipnya, kata dia, ada beberapa cara menangani BPJS Kesehatan supaya tidak defisit. Salah satunya, mengupayakan program pencegahan atau preventif.

Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan juga belum bersedia banyak komentar. Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengungkapkan, pihaknya perlu mempelajari dahulu putusan MA tersebut.

Sebelumnya bukan hanya dokter yang menolak adanya tiga perdirjampelkes tersebut. Banyak kalangan, mulai DPR, Kemenkes, hingga Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), yang juga meminta tiga peraturan itu dibatalkan atau tidak dijalankan dahulu. 

(wan/c7/agm)

Ada Pelamar CPNS yang Gagal Seleksi Tidak Masuk Akal, Ini Kata Menkeu

JawaPos.com – Pengumuman seleksi administrasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah diumumkan. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat sebanyak 2.529.364 pelamar dinyatakan lolos. Namun, di tengah euforia tahap pertama itu, ada beberapa pelamar yang kecewa. Kekecewaan mereka muncul lantaran bukan karena hasil yang adil, melainkan adanya penolakan yang tidak masuk akal.

Hal itu diketahui melalui unggahan akun Twitter @rzkypu3. Ia menyampaikan kekecewaannya lantaran merasa kegagalannya disebabkan karena kesalahan sistem. Menurutnya, kegagalannya untuk ikut tahap lanjutan karena beberapa hal yang tidak terpenuhi, salah satunya Kartu Tanda Penduduk (Asli).

Padahal, akun bernama Rizky itu telah mengunggah seluruh persyaratan yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan. Cuitan itu dia sampaikan dengan membalas di kolom komentar posting-an milik Kementerian Keuangan.

“Terima kasih untuk tim verifikator yang telah mengirimi saya notifikasi ini. Ke mana semua dokumen yang saya unggah? @BKNgoid ada lagi kejadian seperti ini,” tulisnya seperti dikutip Senin (22/10).

Kejadian serupa juga dialami pelamar lainnya bernama Billy Notha. Dia membalas komentar Rizky dengan nada kesal. Hal itu lantaran Billy gagal lolos karena dianggap tidak melampirkan surat pernyataan lulusan luar negeri. Padahal, dia merupakan lulusan dari Universitas Nasional yang berbasis di Jakarta.

“Senasib.. Demi Allah gue sakit hati. Tau gak kesalahan gue katanya gue gak nyantumin surat pernyataan untuk lulusan luar negeri. Padahal gue kampus lokal di Indonesia. Gak masuk akal tidak lulusnya. Semoga sial 7 turunan yang memverifikasi datanya. Amin ya Allah. Sakit hati gue,” tulisnya lewat akun @billynotha.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani belum bisa menindaklanjuti lebih jauh. Dia mengaku harus mengetahui permasalahannya terlebih dahulu.

“Nanti saya lihat, saya belum lihat kasusnya,” kata dia kepada JawaPos.com saat ditemui, Senin (22/10).

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti ketika dihubungi belum memberi keterangan lebih jauh. Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi terkait masalah tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyebut, yang berhak menentukan lolos atau tidaknya pelamar adalah kementerian maupun instansi yang dilamarnya. Menurutnya, ketidakberhasilan pelamar lantaran ada beberapa syarat yang tidak dipenuhi.

“BKN sudah memberikan field keterangan yang bisa diisi dengan alasan gugurnya pelamar,” tandasnya.

(ce1/hap/JPC)

Aspar dan Aries Juara Dunia di Tiongkok

Wujiang: Prestasi luar biasa kembali ditorehkan dua atlet panjat tebing andalan Indonesia, Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu. Mereka mengharumkan nama Indonesia dengan naik podium tertinggi kategori speed dalam IFSC Climbing World Cup di Wujiang, Tiongkok, 20-21 Oktober 2018. 

Bagi Aspar, prestasi ini tentu sangat istimewa setelah belasan tahun menunggu. Aspar yang sering berada dalam bayang-bayang medali perak, kini menunjukkan kelasnya sebagai juara dunia setelah merebut posisi pertama Men’s Speed.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa selama masih punya mimpi, maka masih ada waktu untuk membuktikan. Meski saya sering dianggap spesialis perak, namun saya tidak pernah menghapus mimpi saya untuk jadi nomor satu. Dan, hari ini saya buktikan. Terima kasih, ini untuk Indonesia,” papar Aspar penuh bahagia usai pertandingan final Minggu 21 Oktober.

Aspar mengalahkan atlet dari Italia Ludovico Fossali. Aspar mencatatkan waktu 5,810 detik, sedangkan Fossali 5,940 detik. Posisi ketiga diduduki pemanjat asal Iran Reza Alipourshena.

Sementara, Aries Susanti Rahayu memboyong emas Women’s Speed setelah mengalahkan atlet Prancis Anouck Jaubert. Pad babak final, Aries mampu mengungguli Jaubert dengan catatan waktu 7,740 detik berbanding 8,010 detik. Tempat ketiga diduduki Iuliia Kaplina dari Rusia. 

Baca: Tekuk Wakil Jepang, Marcus/Kevin Juara Denmark Open 2018

Aries juga mengaku bahagia, tetapi ia tidak ingin jemawa dan cepat puas. Ia ingin terus melaju, menorehkan prestasi-prestasi lainnya yang membanggakan untuk Indonesia.

“Terima kasih. Ini adalah podium kedua di World Cup. Namun, saya tidak ingin berhenti di sini. Saya masih ingin memecahkan rekor dunia agar Indonesia bisa bangga,” kata Aries.

Pelatih Speed Hendra Basir mengatakan, sebetulnya tim tidak menargetkan apa-apa dalam kompetisi ini. Namun, para atlet tetap selalu ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya. Menurut Hendra, capaian ini semakin menunjukkan kelas atlet Indonesia sebagai atlet dunia.

“Iya (Aspar pecah emas). Banyak dapat ucapan selamat dari pemain lain. Kita atlet elite tingkat dunia, seperti mereka,” ujar Hendra.

Kepala Bidang Pembinaan PP FPTI Caly Setiawan mengatakan, sebelum berangkat ke Tiongkok, para atlet diharapkan menunjukkan kelasnya sebagai atlet top.

“Untuk Aspar ini memang kami harapkan bisa pecah emasnya dan untuk Aries kami harapkan dapat emas sehingga semakin memantapkan kalau dia memang atlet top dan medali emasnya memang merupakan hasil kerja kerasnya selama ini,” kata dia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Gantikan Luis Milla

(ASM)

BKN Ungkap Pemicu Ketidaklulusan Peserta CPNS di Seleksi Administrasi

JawaPos.com – Sesuai jadwal yang ditetapkan, batas akhir pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS baru adalah kemarin (21/10). Namun, hasil rekapitulasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan, masih banyak instansi yang belum mengumumkan kelulusan.

Sebagaimana diketahui, jumlah pembuat akun pendaftaran CPNS di sscn.bkn.go.id adalah 4,4 juta pelamar. Kemudian, yang sudah menuntaskan pendaftaran 3,6 jutaan pelamar. Data dari BKN hingga kemarin siang pukul 12, jumlah pelamar yang memenuhi syarat dan lulus seleksi administrasi 2,6 jutaan orang.

Jumlah peserta yang lulus seleksi administrasi itu berpotensi terus bertambah. Sebab, BKN mengumumkan, belum seluruh instansi melansir pengumuman kelulusan seleksi administrasi.

BKN Ungkap Pemicu Ketidaklulusan Peserta CPNS di Seleksi AdministrasiIlustrasi: Menurut versi BKN, penyebab tidak lulus peserta CPNS di seleksi administrasi karena program studi tidak sesuai dengan yang dilamar. (Imam Husein/Jawa Pos)

Pada seleksi CPNS tahun ini, panitia mengumumkan alasan ketidaklulusan seleksi administrasi. Alasannya bervariasi. Mulai kualifikasi ijazah yang tidak sesuai dengan syarat formasi yang dilamar. Kemudian IPK yang tidak memenuhi ketentuan IPK minimal.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menjelaskan, memang ada ketentuan mengumumkan pelamar yang lolos dan tidak lolos seleksi administrasi. Sekaligus alasan mengapa pelamar tersebut dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. “Iya, biar netizen paham mengapa gagal (seleksi administrasi, Red),” katanya kemarin.

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memberikan catatan dalam penyelenggaraan rekrutmen CPNS. Ketua Tim ORI untuk Penanganan Seleksi CPNS 2018 Dominikus Dalu menyatakan, salah satu yang menjadi catatan adalah komunikasi ke publik terkait kebijakan soal akreditasi kampus dan program studi. Pada peraturan menteri tidak diatur akreditasi pada saat pelamar itu lulus atau akreditasi terkini.

“Tapi, kemudian di surat edaran menteri PAN-RB pada 2 Oktober, itu dipertegas lagi bahwa yang dimaksud akreditasi itu saat pelamar lulus dari kampus,” ujar Dalu. 

(wan/jun/c9/agm)